Pendaftaran. Foto: MTVN Khairunnisa Putri M
Pendaftaran. Foto: MTVN Khairunnisa Putri M

PSPK Buka Rekrutmen Research Fellowship 2026, Riset Kebijakan AI di Bidang Pendidikan

Renatha Swasty • 10 Februari 2026 14:05
Ringkasnya gini..
  • Fokus program PSPK Research Fellowship 2026 adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran dan kebijakan pendidikan.
  • Kesempatan terbuka bagi lulusan S1 hingga mahasiswa pascasarjana untuk terlibat langsung dalam penelitian berbasis data dan advokasi kebijakan.
  • Batas akhir penerimaan dokumen pendaftaran adalah 12 Februari 2026 pukul 23.59 WIB.
Jakarta: Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) kembali membuka peluang bagi para peneliti muda Indonesia untuk berkontribusi dalam riset kebijakan pendidikan. Kali ini, fokus program PSPK Research Fellowship 2026 adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran dan kebijakan pendidikan.
 
Kehadiran AI di dunia pendidikan telah membawa perubahan signifikan dalam cara mengajar dan belajar. Namun, pemanfaatan teknologi ini memerlukan kajian mendalam agar dapat diimplementasikan secara efektif dan bertanggung jawab. 
 
PSPK berinisiatif melibatkan emerging researchers dalam mengkaji kebijakan serta praktik pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Indonesia. Dengan dibukanya program ini, PSPK membuka kesempatan emas bagi lulusan S1 hingga mahasiswa pascasarjana untuk terlibat langsung dalam penelitian berbasis data dan advokasi kebijakan. 

Selain mendapatkan pengalaman penelitian yang berharga, para research fellows juga akan berkontribusi menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat membentuk masa depan pendidikan Indonesia. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai program ini, yuk simak bersama apa itu PSPK?

Apa itu PSPK?

PSPK merupakan lembaga nirlaba independen yang menjalankan riset dan menyusun rekomendasi kebijakan guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang menunjang perkembangan anak Indonesia secara menyeluruh, sekaligus memastikan akses pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi semua anak di Indonesia.
 
Lembaga ini berdiri sejak 2015 sebagai organisasi independen dan non-profit yang berdedikasi untuk memajukan pendidikan Indonesia melalui kebijakan yang memprioritaskan kepentingan anak. Sebagai organisasi lokal yang tidak berafiliasi dengan kepentingan politik maupun agama tertentu, PSPK mendorong kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan sehingga setiap anak, apa pun latar belakangnya memperoleh peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Posisi yang dibuka

PSPK membuka peluang bagi peneliti muda Indonesia untuk bergabung dalam kegiatan riset dan pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di bidang pendidikan. Mengingat semakin pentingnya AI dalam proses pembelajaran, dibutuhkan studi mendalam mengenai aturan dan penerapan AI di dunia pendidikan. Temuan dari studi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan saran kebijakan yang tepat.

Tanggung jawab utama

  1. Memetakan substansi berbagai kebijakan dan panduan pemanfaatan AI dalam aktivitas belajar dan mengajar
  2. Mengembangkan instrumen pengumpulan data primer
  3. Terlibat dalam proses analisis data penelitian
  4. Mendukung penyusunan laporan hasil penelitian dan rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil kajian
  5. Mendukung koordinasi dengan berbagai mitra kerja
  6. Mendukung kegiatan diseminasi hasil kajian, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan advokasi kebijakan berdasarkan hasil kajian
  7. Menghasilkan satu buah policy brief sesuai area kajian yang dipublikasikan oleh PSPK

Kualifikasi

  1. Mahasiswa pascasarjana atau minimal lulusan S1 di bidang ilmu pendidikan, psikologi, ilmu sosial, kebijakan publik, atau bidang lain yang relevan
  2. Memiliki pengetahuan dan minat terkait penelitian dan advokasi kebijakan pendidikan
  3. Pelamar memiliki nilai tambah bila memiliki dua kriteria berikut:
  • Memiliki pengalaman dan portofolio melakukan penelitian dengan metode kualitatif terkait AI, kebijakan pendidikan, dan/atau pembelajaran
  • Memiliki pengalaman pengolahan data kualitatif dengan perangkat tertentu

Benefit

  1. Insentif Kompetitif
  2. Terlibat langsung dalam aktivitas project PSPK
  3. Peluang pengembangan profesional
  4. Lingkungan yang suportif dan kolaboratif
  5. Kesempatan untuk berkontribusi pada pendidikan yang berdampak

Masa kerja

Research Fellow merupakan individu yang terlibat dalam rangkaian kegiatan penelitian dan advokasi hingga Juli 2026.

Dokumen persyaratan

  1. Cover letter (maksimal 300 kata) dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  2. Curriculum Vitae yang memuat latar belakang pendidikan, pengalaman terkait dengan area kajian yang dilamar, dan portofolio penelitian 5 tahun terakhir
  3. Esai berbahasa Indonesia atau Inggris terkait salah satu tema berikut: (a) pembelajaran dan asesmen; (b) peran teknologi dalam pembelajaran; dan/atau (c) kebijakan tentang AI. Panjang esai 500-1000 kata di luar daftar referensi
  4. Satu buah paper jurnal atau policy brief sebagai penulis pertama yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris (Opsional)

Linimasa seleksi

Sesi informasi program digelar daring pada 9 Februari 2026 pukul 08.30-09.30 WIB. Pelamar diwajibkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu melalui tautan: pspk.id/SesiInfoProgramAI. 
 
Batas akhir penerimaan dokumen pendaftaran adalah 12 Februari 2026 pukul 23.59 WIB. 
Seluruh dokumen wajib diunggah melalui formulir pendaftaran pada tautan: pspk.id/SubmitResearchFellowshipAI.
 
Bagi Sobat Medcom yang memiliki minat di bidang pendidikan, kebijakan publik, dan teknologi, ini adalah saat yang tepat untuk bergabung dan menjadi bagian dari perubahan. Oleh karena itu, pelamar diimbau segera mempersiapkan dokumen persyaratan untuk berpartisipasi dalam program ini. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan