Karena itu, ia mencari pekerjaan di Jepang selama kuliah. Waktu itu Brian mendapatkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di gerbong kereta Jepang.
"Tapi saya kerja loh dulu, saya kerja saya itu kerja di kereta. Kereta Jepang kalau sudah sampai ujung, semua penumpang sudah enggak ada, saya turun, saya bawa lap pel, saya pel itu kereta," kata Brian dalam acara Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026, Kamis 9 Juli 2026.
| Baca juga: Kuota FK di PTN Bakal Dipangkas, Mendikti: Banyak 'Retaker' Tak Lulus Ujian Dokter |
Dalam menjalani pekerjaannya itu, ia menceritakan pengalaman yang paling dibencinya. Ia mengaku harus mengelap muntah orang Jepang di kereta.
"Kalau kalau malam Minggu, orang Jepang banyak yang mabuk, itu paling kesel tuh, pada muntah di kereta, kita bersihin," lanjutnya.
Dari cerita itu ia ingin menyampaikan jika menjadi pelajar sama dengan menjadi petarung. Mendapatkan beasiswa bukan berarti dapat bersantai.
"Jadi maksud saya anda semua harus jadi petarung. Petarung itu ada sesuatu tantangan, anda datangi, Anda lewati," ungkapnya.
Dalam menjalani pendidikan kata dia, mahasiswa pasti akan menghadapi berbagai kesulitan. Sehingga memang diperlukan motivasi yang tinggi untuk berjuang.
"Saya juga dapat data mahasiswa kita yang ke luar negeri ini fighting spirit-nya rendah. Jadi akhirnya stres, akhirnya banyak masalah. Nah ini soft skills-soft skills kemampuan survival ini perlu diajarkan," tutup dia.
| Baca juga: Kabar Baik! Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Beasiswa S3 untuk Mahasiswa dan Dosen |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda