Ainun Albarr Qolby Mecca, mahasiswa termuda Unair berusia 15 tahun. Foto: Dok Humas Unair.
Ainun Albarr Qolby Mecca, mahasiswa termuda Unair berusia 15 tahun. Foto: Dok Humas Unair.

Kisah Albarr, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair Berusia 15 Tahun

Pendidikan kisah inspiratif Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi UNAIR
Arga sumantri • 14 September 2021 09:06
Surabaya: Ainun Albarr Qolby Mecca resmi menjadi mahasiswa termuda Universitas Airlangga (Unair) tahun ajaran 2021/2022. Mahasiswa berusia 15 tahun 9 bulan tersebut membagikan cerita perjuangannya menembus Fakultas Kedokeran (FK) Unair.
 
Mahasiswa kelahiran Lamongan, 30 November 2005 itu bercerita bahwa semasa duduk di bangku SMA, ada berbagai macam kegiatan yang dia ikuti. Albarr aktif mengikuti olimpiade di berbagai tingkatan. Tak hanya itu, dia juga aktif mengikuti ekstra kulikuler Bahasa Inggris dan Karya Tulis Ilmiah (KTI).
 
"Semasa SMA, saya pernah berhasil lolos hingga final dalam Olimpiade Kedokteran Internasional yaitu MEDSPIN 2020 yang diselenggarakan oleh Unair. Selain itu, saya juga pernah menjadi peserta termuda di Lomba Kuis Kihajar yang diselenggarakan oleh Kemendikbud," jelas Albarr mengutip siaran pers Unair, Selasa, 14 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alumni SMAN 2 Lamongan itu tergabung dalam kelas akselerasi di sekolahnya. Dengan program tersebut, secara otomatis Albarr mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif. Progres belajarnya pun menjadi lebih mudah tercapai.
 
Baca: Kisah Anak Petani Jalani Perkuliahan di Kedokteran Unpad
 
Albarr menuturkan, biasanya dia memanfaatkan waktu luang untuk berolahraga agar tubuh menjadi lebih bugar dan lebih siap untuk beraktivitas. Selain itu, Albarr sedang mempelajari sebagian materi perkuliahan agar lebih siap untuk belajar.
 
Selama ini, Albarr mengaku dapat dukungan sangat besar dari keluarganya. Kkebutuhan Albarr terhadap pendidikan selalu diupayakan difasilitasi, sehingga Albarr bisa lebih maksimal dalam menjalankan pendidikan. Kakaknya selalu memotivasi Albarr untuk terus maju dan berkembang.
 
"Teman teman saya juga tidak kalah pentingnya. Saya sering belajar bersama dengan mereka dan mereka juga sangat mendukung impian besar saya untuk menjadi dokter," ungkapnya.
 
Albarr mengikuti berbagai tingkat seleksi hingga jalur tes Mandiri untuk bisa berkuliah di Fakultas Kedokteran Unair. Dia menghadapi berbagai hambatan dari diri sendiri maupun lingkungan. 
 
"Perjuangan saya hingga akhirnya diterima di UNAIR sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.
 
Baca: Siswa Berkebutuhan Khusus Raih 5 Penghargaan di Kompetisi Tata Rias Internasional
 
Mahasiswa asal Lamongan tersebut berpesan agar pelajar jangan sampai belajar tanpa kenal waktu sampai tidak mempedulikan kehidupan sosial. Tetapi, jangan juga waktu istirahat terlalu banyak dibandingkan waktu belajar.
 
"Belajar dan istirahat itu harus seimbang. Istirahat di sini adalah kegiatan di luar belajar dan bisa berarti olahraga, ngobrol, refreshing, dan lain lain," ucapnya.
 
Albarr berencana mencari teman sebanyak mungkin dan memperbanyak pengalaman, ilmu, dan soft skill. Selain itu, Albarr juga ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang tentunya akan sangat berguna di kehidupan mendatang.
 
"Meskipun hasil yang saya dapatkan terkadang tidak seperti yang saya harapkan, tetapi saya berhasil melaluinya dengan baik dan Alhamdulillah lolos dan diterima di FK Unair," ungkapnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif