Nurlaela Sari (tengah), anak petani mahasiswa kedokteran Unpad. Foto: Tangkapan layar.
Nurlaela Sari (tengah), anak petani mahasiswa kedokteran Unpad. Foto: Tangkapan layar.

Kisah Anak Petani Jalani Perkuliahan di Kedokteran Unpad

Pendidikan kisah inspiratif Pendidikan Tinggi Unpad Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 09 September 2021 13:57
Jakarta: Perasaan bangga menyelinap di hati Yoyo Kusnadi. Khususnya, ketika mendapati anak perempuan pertamanya berhasil menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).
 
Petani dari desa Sukawangi, Sumedang, Jawa Barat itu tak pernah menyangka bisa menyekolahkan anaknya, Nurlaela Sari, hingga pendidikan tinggi, terlebih kedokteran. Kendati, sempat ada keraguan terkait biaya pendidikan dokter yang tak murah.
 
"Saya merasa terharu dan bangga, dan agak sedih. Sedihnya kita sebagai petani apakah mampu," kata Yoyo dalam siaran Youtube Forkowas TV, dikutip Kamis, 9 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beruntung ketika anaknya dinyatakan lulus, dia beserta istri masih memiliki tabungan sebesar Rp50 juta dari hasil bertani tembakau. Uang yang telah dikumpulkan itu menjadi modal awal bagi anaknya berkuliah di Unpad.
 
"Semester awal itu bayarnya Rp10 juta. Dan harus dibayar dalam empat hari, alhamdulillah itu masih ada tabungan tembakau yang disimpan. Alhamdulillah ada rezekinya untuk anak," ujarnya.
 
Baca: Putri Buruh Tani, Lulus Cum Laude Meski Sambil Bekerja di Toko Bakpia
 
Kini, Nurlaela telah memasuki semester lima di masa studinya. Karena keterbatasan ekonomi pula Yoyo rela mengantar anaknya berangkat ke kampus selama 2,5 tahun terakhir.
 
"Ya walaupun dibilang kita merasa kecapaian, lelah tapi ada bangga. Dia saya antar tiap hari ya jangan terlalu boros tidak perlu ngontrak. Saya jalani," terangnya.
 
Melihat upaya tersebut, Nurlaela pun bertekad untuk membalas kebaikan kedua orang tuanya. Ketika lulus nanti, dan mulai menghasilkan uang dari profesinya, dia berjanji untuk memberangkatkan orang tuanya ibadah haji ke Tanah Suci. "Kalau Insyaallah kalau diberi jalan pengen berangkatin haji," sebut Nurlaela.
 
Selain itu, dia juga ingin memberikan dampak bagi desanya di bidang kesehatan. Nurlaela ingin membuka praktik kesehatan di kampung halamannya. "Harapannya ingin ngebanggain orang tua, ingin buka praktik karena jarang di sini dilihat kesehatannya juga kurang, karena jauh di sini tuh dari klinik," tuturnya.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif