Letda (PNB) Gini Setya Rahayu. Foto: Metro TV
Letda (PNB) Gini Setya Rahayu. Foto: Metro TV

Sempat Mau Jadi Dokter, Gini Setya Malah 'Nyasar' Jadi Pilot Hercules TNI AU

Ilham Pratama Putra • 26 Agustus 2026 09:09
Ringkasnya gini..
  • Gini Setya Rahayu sempat bercita-cita menjadi dokter sebelum tertarik dengan dunia penerbangan.
  • Ibunya sempat khawatir Gini memilih profesi pilot karena risikonya.
  • Kini Gini memiliki 350 jam terbang dan pernah membawa kedua orang tuanya dengan Hercules.
Jakarta: Cita-cita seseorang bisa berubah seiring perjalanan hidup. Hal itu pula yang dialami Letda (PNB) Gini Setya Rahayu, perempuan hebat di balik kendali Hercules TNI AU.
 
Sebelum menjadi penerbang TNI AU, ternyata Gini Sempat ingin menjadi dokter. Namun, hidup berubah, dan Gini justru menemukan ketertarikan pada dunia penerbangan hingga akhirnya menjadi penerbang TNI Angkatan Udara (AU).
 
Kini, di usia 25 tahun, Gini bertugas sebagai penerbang pesawat Hercules. Di usianya yang masih muda Gini sudah memiliki sekitar 350 jam terbang.

Ketertarikan Gini terhadap dunia penerbangan muncul ketika masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia melihat pesawat melintas dan mulai tertarik dengan dunia kedirgantaraan.
 
"Sebenarnya cita-cita saya itu dokter, cuman setelah ke sini kayaknya waktu SMP itu sempat melihat pesawat lewat terus kayak, 'eh kok pesawat bagus ya'," ujar Gini dalam program QnA Metro TV dikutip Rabu 26 Agustus 2026.
 
Baca juga: Resmi Jadi Plt Rektor Unsoed, Ali Rokhman Pastikan Layanan Akademik Tetap Berjalan Normal  

 
Ketertarikan itu kemudian membuat Gini mengubah rencana masa depannya. Setelah lulus SMA, ia memilih masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) dan meninggalkan cita-cita awalnya untuk menjadi dokter.
 
Pilihan tersebut juga membawanya masuk ke dunia militer yang sebelumnya tidak dekat dengan keluarganya. Gini mengatakan kedua orang tuanya merupakan warga sipil.
 
"Pengalaman paling berharga setelah saya masuk ke dunia militer itu saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab," katanya.
 
Keputusan Gini menjadi penerbang sempat mendapat penolakan dari sang ibu. Sebagai anak tunggal, sang ibu khawatir dengan risiko yang melekat pada profesi penerbang.
 
Namun, Gini tetap menjalani pilihannya. Ia terus mengikuti pendidikan hingga akhirnya berhasil menjadi penerbang TNI AU.
 
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya justru terjadi ketika ia berhasil membawa kedua orang tuanya terbang menggunakan pesawat Hercules. Hingga akhirnya ia dipercaya lewat pilihannya.
 
"Yang paling berharga dari pengalaman saya sampai saat ini adalah saya membawa orang tua saya terbang dengan pilot saya sendiri. Pakai Hercules," tuturnya.
 
Gini bahkan bisa mengajak ayah dan ibunya melihat langsung dirinya menerbangkan pesawat dari kokpit. Momen tersebut menjadi pembuktian bagi kedua orang tuanya bahwa keputusan yang sempat mereka khawatirkan ternyata mampu membawa Gini sampai pada profesi yang ia jalani saat ini.
 
"Alhamdulillahnya ibu dan bapak juga akhirnya ikut bahagia, ikut senang, ikut bangga juga," ujarnya.
 
Bagi Gini, perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga. Dari cita-cita menjadi dokter, ia akhirnya menemukan jalan sebagai penerbang dan membuktikan kepada orang tuanya bahwa dirinya mampu menjalani pilihan tersebut.
 
Baca juga: Beasiswa S3 Gratis di Swiss 2027-2028 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya  

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan