Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto (kiri) dan jurnalis Medcom.id, Ilham Pratama Putra (kanan). Foto: Medcom.id
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto (kiri) dan jurnalis Medcom.id, Ilham Pratama Putra (kanan). Foto: Medcom.id

Soroti Isu Putus Sekolah, Jurnalis Medcom.id Sabet 'Karya Jurnalistik Terbaik' Kemendikbudristek

Pendidikan Jurnalis putus sekolah Penghargaan Pendidikan medcom.id Kemendikbudristek
Medcom • 17 Desember 2021 10:19
Yogyakarta: Jurnalis Medcom.id, Ilham Pratama Putra meraih penghargaan Apresiasi Media Direktorat Jendral Vokasi dan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) 2021. Karya jurnalistik Ilham, dipilih sebagai karya jurnalistik terbaik.
 
Ilham meraih penghargaan tersebut, melalui karya jurnalistiknya yang berjudul 'Ayo Kursus Kemendikbudristek, Bekal dan Asa bagi Siswa Putus Sekolah'. Ilham telah melalui proses seleksi dan penjurian dan berhasil bersaing dengan 150 karya jurnalistik dari berbagai media nasional dan daerah.
 
"Kategorinya mana-mana yang dianggap bagus dan dianggap terbaik, itu yang kita ambil. Sementara baru ada tiga yang dianggap lebih baik," ujar Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Wartanto di The Rich Hotel, Yogyakarta, Kamis 16 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Ilham, terdapat dua karya jurnalistik lainnya yang juga dinobatkan sebagai karya jurnalistik terbaik dalam ajang tersebut. Di antaranya karya jurnalis Solopos, Ayu Prawitasari dengan judul Kisah Widya, Perempuan Berdaya dari Jalur Nonformal dan karya jurnalis Radar Tasik Malaya, Fatkur Rizqi yang berjudul Cetak Tenaga Andal Bidang Video Editing.
 
Baca juga:  Karya Jurnalis Medcom.id Jadi Pemenang Lomba Penulisan Jurnalistik Uni Eropa
 
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Vokasi, Wikan Sakarinto menyampaikan, jika peran media sangat besar dalam mendukung progam yang dijalankan oleh pihaknya. Pemberitaan media kata dia, merupakan alat pengawal kebijakan di Kemendikbudristek.
 
"Kita tahulah, kita enggak bisa sendirian, kita perlu teman-teman media untuk mengabarkan hal baik, kritik untuk kita lebih baik lagi, menyemangati kita untuk memberikan yang lebih baik untuk bangsa ini," ujar Wikan.
 
Bahkan, kata Wikan, media adalah salah satu stakeholder terpenting dalam dunia pendidikan vokasi maupun kursus dan pelatihan. Lewat media kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bisa lebih terakselerasi.
 
"Ke depannya iya, (memberikan apresiasi media lebih banyak). Nanti kita akan bergerak ke SMK, dan kembali melihat media-media mana yang secara pas memberikan dampak kepada SMK dan perguruan tinggi vokasi," tutup wikan.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif