Pengumuman pemenang lomba penulisan jurnalistik Uni Eropa EU4Wartawan 2021. Dok Medcom.id
Pengumuman pemenang lomba penulisan jurnalistik Uni Eropa EU4Wartawan 2021. Dok Medcom.id

Karya Jurnalis Medcom.id Jadi Pemenang Lomba Penulisan Jurnalistik Uni Eropa

Pendidikan Jurnalis Jurnalistik kisah inspiratif Media Group medcom.id
Medcom • 10 Desember 2021 21:22
Jakarta: Karya Jurnalis Medcom.id, Ilham Pratama Putra menjadi salah satu pemenang lomba penulisan jurnalistik Uni Eropa EU4Wartawan 2021. EU4Wartawan merupakan lomba tahunan karya tulis jurnalistik yang diinisiasi Delegasi Uni Eropa.
 
Lomba ini terselenggara melalui kolaborasi Uni Eropa dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta Yayasan TIFA. Adapun tema karya yang dilombakan adalah dampak teknologi terhadap hak asasi manusia.
 
Ilham meraih penghargaan tersebut melalui karya jurnalistiknya yang berjudul 'Lika-Liku Teknologi dan Pemenuhan HAM Pelajar Disabilitas'. Karya Ilham telah melalui proses seleksi dan penjurian terhadap 70 karya jurnalistik dari 31 peserta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain karya milik Ilham, dewan juri EU4Wartawan 2021 juga menentukan lima karya terbaik lainnya. Yaitu karya jurnalis Koran Tempo, Gangsar Parikesit dengan judul 'Para Pahlawan bagi Korban Perundungan Seksual Online'.
 
Selanjutnya, 'Tongkat Brilian Teknologi Kesehatan yang Mempermudah Mobilitas Penyandang Difabel' oleh Huyogo Simbolon (Liputan6.com). Kemudian, 'Citra Polri di Pusaran Perang Tagar' oleh Kurnia Yunita Rahayu' karya jurnalis Kompas, dan 'Mengenali Dilema Pengenalan Wajah' karya jurnalis Kompas, Satrio Pangarso Wisanggeni.
 
Baca: UGM Kembali Jadi Kampus Terbaik dalam Pengelolaan Mahasiswa
 
Atas karya-karya tersebut, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket mengatakan para jurnalis turut memainkan peran kunci dalam menyoroti perkembangan isu sosial dalam teknologi dan HAM. Uni Eropa berharap Penghargaan EU4Wartawan ini akan mendorong kontribusi jurnalisme kepada hak asasi manusia yang berkualitas tinggi di Indonesia.
 
"Kami juga berharap karya jurnalistik dapat meningkatkan kesadaran publik dan mendorong kita semua untuk merenungkan bagaimana kita dapat mengurangi risiko yang dapat timbul dari teknologi digital terhadap demokrasi dan hak asasi manusia," ujar Piket.
 
Juri dar AJI Indonesia M. Irham mengatakan, teknologi digital dapat mendorong kualitas jurnalisme, keragaman konten dan memperluas akses publik terhadap informasi. Tetapi, AJI melihat tren bagaimana internet telah digunakan pihak-pihak tertentu untuk membatasi independensi media dan kebebasan pers.
 
"Kami harap tulisan para jurnalis dapat memicu para pihak mendukung kebebasan pers di ranah digital, mengambil tindakan dalam melawan serangan siber, serta memastikan terpenuhinya hak asasi manusia," ujar Irham.
 
Baca: Robot Karya ITS Sabet 10 Penghargaan di Ajang Robotik Internasional
 
Ketua Dewan Pengurus Yayasan TIFA, Endy Bayuni mengatakan bahwa sangatlah penting untuk melindungi hak-hak digital secara seimbang. Agar kebebasan berekspresi dan hak atas privasi data tetap terlindungi. Sementara, keamanan publik dan pertumbuhan ekonomi juga tetap terjaga.
 
"Ini dapat diperjuangkan melalui pendekatan dialog dan kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan di Indonesia, untuk bisa merujuk diri pada standar internasional yang terhubung dengan konteks lokal," tutur Endy.
 
Dewan juri terdiri dari Anggota Bagian Data dan Informasi AJI, M. Irfan, Anggota Pengurus Yayasan TIFA, Endy Bayuni, dan Manajer Program Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Ibu Saiti Gusrini . 
 
Kelima pemenang EU4Wartawan berhak mengikuti pelatihan profesional jurnalistik secara daring di bawah bimbingan RNTC, sebuah pusat pelatihan internasional yang dikelola oleh RNW Media dan berbasis di Belanda pada Januari 2022.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif