Mahasiswa baru Fapet UGM, Muhammad Nur Arifin. DOK UGM
Mahasiswa baru Fapet UGM, Muhammad Nur Arifin. DOK UGM

Cinta Peternakan Sejak Kecil, Anak Penjual Keripik Pisang Ini Lolos Fapet UGM dan Kuliah Gratis

Renatha Swasty • 09 Juli 2026 20:04
Ringkasnya gini..
  • Arifin, anak yatim asal Bantul, lolos SNBP di Fapet UGM 2026 dan mendapat beasiswa kuliah bersubsidi 100%.
  • Ibunya, Ngalimah, membesarkan 9 anak sendirian dengan berjualan keripik pisang dan mengajar TPA di rumahnya.
  • Tanpa bimbel, Arifin tekun belajar serta aktif magang di peternakan demi mewujudkan mimpi jadi peternak sukses.
Jakarta: Muhammad Nur Arifin tidak menyangka ketika melihat pengumuman lulus diterima di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dia juga menjadi penerima beasiswa pendidikan unggul bersubsidi 100 persen.
 
Kecintaannya terhadap dunia peternakan membuatnya yakin memilih Fakultas Peternakan UGM. Bahkan, saat beberapa gurunya sempat menyarankan dirinya memilih program studi lain saat proses pemilihan jurusan.
 
“Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang,” kenang Arifin dikutip dari laman ugm.ac.id, Kamis, 9 Juli 2026. 

Ketertarikan tersebut semakin kuat karena ia bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan. Dia juga memiliki minat besar pada bidang nutrisi dan pangan. 
 
Arifin lahir di Bantul pada 17 Juli 2006 dan saat ini tinggal di daerah Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul. Arifin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. 
 
Ayahnya, Karyana, yang bekerja sebagai tukang kayu, telah meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu. Sejak saat itu, ibunya, Ngalimah, menjadi sosok yang berjuang membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan berjualan keripik pisang. 
 
Sehari-hari, Ngalimah berjualan keripik pisang berdasarkan pesanan. Dia juga mengajar kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan tempat tinggalnya. 
 
Ia bahkan rutin mengadakan pengajian bagi anak-anak kampung setiap selesai salat Magrib di rumahnya. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat hingga bagian teras rumah mereka pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi. 
  Cinta Peternakan Sejak Kecil, Anak Penjual Keripik Pisang Ini Lolos Fapet UGM dan Kuliah Gratis
Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Budi Guntoro, menyambangi rumah keluarga Arifin. DOK UGM
 

“Saya sangat bersyukur atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya,” tutur Ngalimah.
 
Ngalimah mengungkapkan di tengah berbagai keterbatasan, Arifin menunjukkan prestasi dapat diraih melalui ketekunan dan kedisiplinan belajar. Sang ibu mengaku, putranya tidak pernah mengikuti les tambahan. 
 
“Dia anak yang selalu fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah,” kenang dia.
 
Di bidang non akademik, Arifin memiliki prestasi membanggakan. Ia pernah meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi. 
 
Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Budi Guntoro, berharap Arifin bisa fokus dan mengoptimalkan diri saat kuliah nanti. “Selamat mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Budi saat menyambangi rumah keluarga Arifin.
 
Budi melihat keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi. Dia menekankan UGM selalu berkomitmen memastikan mahasiswa dapat belajar dengan tenang. Terlebih dalam menyelesaikan studi secara optimal melalui berbagai bentuk dukungan yang tersedia.
 
Menjelang perkuliahan dimulai, Arifin tidak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri. Sejak awal Juni hingga akhir Juli, ia membantu kegiatan peternakan milik tetangga yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM di THR Farm, Karanganyar. 
 
Sehari-hari, ia bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang. “Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni,” kata lulusan SMAN 1 Bantul tersebut.
 
Dia berharap saat kuliah nanti dapat memperdalam ilmu peternakan dan nutrisi ternak serta mewujudkan cita-citanya menjadi peternak unggas yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA