Angela Electra Vega Suseno, gadis tunanetra yang tembus UGM lewat SNBT. Foto: UGM
Angela Electra Vega Suseno, gadis tunanetra yang tembus UGM lewat SNBT. Foto: UGM

Inspiratif! Gadis Tunanetra Asal Yogyakarta Sukses Tembus Sosiologi UGM via SNBT

Citra Larasati • 07 Juli 2026 12:45
Ringkasnya gini..
  • Angela (17), gadis tunanetra asal Jogja, sukses tembus Sosiologi UGM lewat SNBT berkat kegigihan belajar via YouTube.
  • Didukung keluarga yang 100% lulusan UGM, Angel patahkan stigma batasan fisik dengan prestasi dan public speaking.
  • Inspirasi Gen Z! Sempat tegang hadapi komputer UTBK, Angel sukses beradaptasi cepat dan wujudkan mimpi sejak SMP.
Jakarta: Semangat pantang menyerah khas Gen Z kembali menorehkan cerita manis dari Kota Pelajar, Yogyakarta. Keterbatasan penglihatan tak menjadi halangan bagi Angela Electra Vega Suseno, 17 tahun untuk mewujudkan mimpinya.
 
Gadis penyandang tunanetra total sejak kecil ini resmi menyandang status sebagai mahasiswa baru Program Studi Sosiologi, Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Tumbuh di lingkungan keluarga yang suportif menjadi privilege terbesar bagi Angel.
 
Keluarganya tak hanya menuntun langkahnya, tapi juga menjadi pendukung utama pendidikannya. Bahkan, sang kakak rela mendampinginya penuh saat ia duduk di bangku SMP.

Kelulusan Angel ke UGM nyatanya membawa kebanggaan ekstra. Ia kini resmi meneruskan legacy keluarganya yang seluruhnya merupakan alumni Kampus Biru tersebut. “Ayah alumni Teknik Elektro, Mama dari MIPA Ilmu Komputer, kakak D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan FKKMK. UGM ini juga mimpi sejak SMP,” kata Angel dikutip dari laman UGM, Selasa, 7 Juli 2026.

Mandiri dengan Teknologi dan Ekstrakurikuler

Angel membuktikan bahwa inklusivitas di sekolah sangat berdampak pada perkembangan mental dan akademiknya. Sejak bersekolah di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, ia mulai belajar mandiri tanpa pendamping kelas. Mengandalkan fitur screen reader di gawainya, Angel mampu berdinamika selayaknya siswa pada umumnya.
 
“Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya,” ujarnya.
 
Tak sekadar belajar di kelas, Angel sangat aktif mengasah soft skill. Ia tergabung dalam ekstrakurikuler band, vokal, hingga public speaking. Prestasinya pun mentereng, mulai dari Juara Harapan 2 Lomba Mendongeng Bahasa Jawa tingkat Kabupaten Bantul, hingga Juara 2 Speech Contest on Global Friendship dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
 
Respons positif dari teman-teman sebaya membuatnya makin percaya diri. “Sehingga saya enggak merasa kesulitan sama sekali untuk mengikuti sampai lulus, terus tenang,” ucapnya.

Perjuangan UTBK dan Ketertarikan pada Sosiologi

Pilihan Angel jatuh pada prodi Sosiologi atas rekomendasi gurunya yang jeli melihat potensi riset dalam diri Angel. “Setelah saya baca-baca lagi itu ternyata sosiologi menarik banget karena di situ ada penelitian-penelitian. Sebelumnya pernah ikut lomba-lomba esai, tetapi belum pernah menang. Jadi pengen coba lagi di kuliah,” ungkapnya.
 
Strategi belajar Angel untuk menembus kerasnya persaingan SNBT patut diacungi jempol. Selain les privat, ia mengoptimalkan kanal YouTube Laksana Rangkuman Audio UTBK. Format audio ini sangat memudahkannya meresapi materi ujian.
 
Momen mendebarkan terjadi saat hari H ujian. Itu adalah kali pertama Angel mengoperasikan komputer untuk tes resmi. Dibekali panduan shortcut (jalan pintas) keyboard sebelum ujian dimulai, ketegangannya pun perlahan mencair.
 
“Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan,” jelasnya.
 
Menatap dunia kampus, Angel sadar tantangan adaptasi sudah menanti. Untuk itu, ia berencana aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM dan membidik komunitas penelitian demi mengasah potensinya.
 
Sebagai penutup, Angel menitipkan pesan sarat makna bagi teman-teman Gen Z di luar sana yang mungkin sedang berjuang melawan keterbatasan mereka sendiri.
 
“Buat teman-teman tetap semangat karena kita enggak tahu rencana Tuhan tuh indah buat kita. Apapun jalan yang kita pilih selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan,” ungkapnya.
 
Bagaimana tanggapan dan strategi brainstorming topik liputan sejenis ini jika kita bawa untuk bahan diskusi santai bersama teman-teman mahasiswa yang sering hang out bareng di sekitaran area kampus?
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA