Tim Nakenit, mahasiswa UB, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Tim Nakenit, mahasiswa UB, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

Mahasiswa UB 'Racik' Kenikir dan Kunyit Jadi Obat Kanker

Pendidikan Riset dan Penelitian
Daviq Umar Al Faruq • 13 Juni 2019 09:09
Malang: Mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Brawijaya (UB) menemukan hal baru dalam pengobatan kanker. Temuan itu bernama Nakenit (nanopartikel ekstrak kenikir dan kunyit).
 
Penemuan Nakenit ini digawangi oleh tiga orang mahasiswa UB. Ketiganya ialah Amilia Safira Putri, Tri Dewi Octaviany dan Nopi Tri Wahyudi yang dibimbing langsung oleh dosen Anna Safitri.
 
Amilia menjelaskan Nakenit yang didesain oleh tim penelitiannya ini memiliki campuran senyawa yang ada pada kenikir dan kunyit. Sebelumnya, kedua tanaman tersebut memang sudah diketahui khasiatnya sebagai antikanker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi diharapkan pencampuran keduanya dengan perbandingan tertentu dapat meningkatkan nilai antikankernya," kata Amilia di Malang, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Baca:Prodi Agroekoteknologi Kuota Terbanyak di UB
 
Setelah desain Nakenit dihasilkan, selanjutnya tim bakal melanjutkan pada uji kanker. Harapannya, temuan ini tidak berhenti sebatas desain saja, tetapi benar-benar mampu menjadi obat yang dapat membantu pemerintah dalam bidang kesehatan terutama dalam pengobatan kanker.
 
Nopi menambahkan, penghantaran nanopartikel dideskripsikan sebagai formulasi suatu partikel yang terlarut pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Nanopartikel ini memiliki kemampuan untuk menembus ruang-ruang antar sel yang hanya dapat ditembus oleh ukuran partikel.
 
"Pada kedua tumbuhan tersebut memiliki sifat toksik, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi keberadaan obat alam sebagai anti kanker. Lalu kami ubah menjadi nanopartikel agar mampu lebih menembus pada dinding sel kanker," imbuhnya.
 
Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak jenis tanaman. Namun, masih belum banyak jenis tanaman yang diketahui potensinya. "Untungnya, kenikir dan kunyit mudah didapatkan, jadi kami menggunakan tanaman tersebut serta ingin mengetahui potensi antikanker pada tanaman tersebut," ujarnya.
 
Baca:Mahasiswa UB Buat Alat Bantu Komunikasi Penderita ALS
 
Kanker masih merupakan salah satu permasalahan dunia dalam bidang kesehatan. Bahkan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB ke-3 ditekankan, bahwa sepertiga kematian akibat penyakit tidak menular seperti diabetes dan kanker harus dikurangi.
 
Menurut Badan Pusat Statistik, ada 8,2 juta kematian yang disebabkan oleh kanker pada tahun 2012 dan angka tersebut naik setiap tahunnya. Amilia dan kawan-kawan berhasil mendapatkan pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Masyarakat (PKM) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif