Suasana haru dan kepanikan menyelimuti warga saat mereka berhamburan menyelamatkan diri serta barang berharga dari kobaran api. Petugas pemadam kebakaran dari berbagai daerah diturunkan ke lokasi untuk mengendalikan si jago merah hingga tengah malam.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi musibah untuk memastikan keselamatan warga serta penanganan darurat berjalan cepat. Tempat pengungsian sementara kini telah disiapkan di bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) guna menampung para penduduk yang kehilangan tempat tinggal.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ungkap Iqbal dikutip dari laman ntbprov.go.id Minggu, 23 Agustus 2026.
Meskipun musibah ini menguji ketangguhan masyarakat setempat, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa musibah kebakaran tersebut. Pemerintah daerah berjanji akan segera mengambil langkah rekonstruksi untuk membangun kembali kawasan yang menjadi simbol identitas kebudayaan Lombok ini.
Di balik duka yang menyelimuti Desa Sade, kampung adat ini memegang peranan sangat penting sebagai benteng terakhir pelestarian tradisi leluhur suku Sasak. Keunikan tata cara hidup dan arsitektur lah yang membuat perkampungan ini selalu menjadi destinasi kebanggaan Tanah Air.
Lantas, di mana lokasi Desa Sade dan apa saja hal unik yang tersimpan di sana? Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Di Mana Lokasi Desa Sade?
Mengutip laman Indonesia Kaya, Desa Sade sebenarnya merupakan sebuah Desa yang terletak di wilayah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Karena posisinya yang sangat strategis berada di pinggir jalan utama jalur pariwisata, destinasi ini lebih populer dikenal oleh wisatawan dengan sebutan Desa Sade atau Desa Wisata Budaya Suku Sasak.Lokasinya juga sangat dekat dan mudah dijangkau dari pintu gerbang kedatangan Pulau Lombok. Jika ditempuh perjalanan darat, kawasan kampung adat ini berjarak hanya sekitar 25 menit dari Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Sejarah Desa Sade
Mengutip laman baligilifastboat.id, Desa Sade merupakan salah satu desa adat yang diperkirakan telah berdiri selama lebih dari 500 tahun. Desa ini memiliki rekam jejak panjang dalam mempertahankan identitas, budaya, dan sistem kepercayaan lokal di tengah arus modernisasi.Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Sade terus menjaga struktur kepemimpinan adat yang kuat. Kehidupan kebudayaan dan aturan adat di desa ini dijaga secara turun-temurun oleh tiga generasi pria yang dipilih dari keluarga-keluarga tertentu.
Tradisi dan ritual kuno pun tetap dilestarikan hingga kini, salah satunya adalah upacara adat Peresean atau Makere yang rutin digelar saat perayaan hari-hari besar. Selain sistem sosialnya, warisan sejarah Desa Sade tercermin secara fisik melalui arsitektur rumah tradisionalnya.
Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Sade mempertahankan teknik bangunan kuno warisan nenek moyang menggunakan bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, dan atap ijuk. Struktur bangunan dirancang secara fungsional untuk menunjang pola hidup masyarakat, mencakup area dapur, ruang tidur, hingga tempat penampungan hewan ternak.
Kombinasi antara ketahanan tradisi, keunikan arsitektur kuno, dan kerajinan lokal (seperti tenun ikat dan anyaman bambu) melatarbelakangi transformasi Desa Sade dari permukiman adat menjadi salah satu destinasi wisata budaya terkemuka di Lombok.
Keunikan dan Keistimewaan Desa Sade
Mengutip laman Visit Indonesia, Desa Sade yang dihuni oleh sekitar 700 warga Suku Sasak dalam satu garis keturunan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kehidupan masyarakatnya yang tetap memegang teguh adat istiadat di tengah era modernisasi membuat perkampungan ini sangat menarik untuk dipelajari.4 Fakta Unik Kampung Adat Sade Lombok
1. Tata Bangunan Arsitektur Tradisional
Desa Sade terdiri dari sekitar 150 rumah yang memiliki bentuk dan tata letak bangunan yang seragam. Setiap rumah terdiri dari tiga bagian utama yaitu dapur, kamar tidur, dan ruang tamu, serta dilengkapi lumbung padi khusus untuk menyimpan hasil panen warga.2. Lantai Tanah Berlumur Kotoran Kerbau
Salah satu ciri khas yang paling unik dari rumah adat Desa Sade adalah penggunaan tanah liat tanpa alas sebagai lantainya. Secara berkala, lantai tanah ini dibersihkan dan dibalur dengan kotoran kerbau atau sapi untuk mencegah retak, menghangatkan ruangan, serta mengusir nyamuk.3. Kearifan Kain Sesek dan Mitos Sayap Ayam
Para perempuan di Desa Sade diwajibkan memiliki keterampilan menenun kain sesek sebelum diperbolehkan untuk menikah. Uniknya, terdapat mitos lokal yang melarang anak perempuan makan sayap ayam karena bentuknya dipercaya dapat membuat gerakan tangan menjadi kaku saat belajar menenun.4. Tradisi Pernikahan Kawin Culik
Masyarakat Suku Sasak di Desa Sade menjalankan tradisi pernikahan unik yang dikenal dengan sebutan kawin culik. Pemuda yang ingin menikahi pujaan hatinya harus membawa lari si gadis secara diam-diam pada malam hari sebelum melakukan pembicaraan pernikahan dengan keluarga perempuan.Desa Sade bukan sekadar tempat tinggal biasa, melainkan cagar budaya hidup yang menyimpan hangatnya kearifan lokal Nusantara. Semoga perkampungan adat ini dapat segera pulih dan bangkit kembali ya, Sobat Medcom! (Talitha Islamey)
Baca Juga :
Karhutla Kalimantan Bikin Kualitas Udara Memburuk, Pontianak Tembus Level Sangat Tidak Sehat
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda