Armaya Doremi saat menjadi pembicara utama wisuda Northeastern University. DOK Voa
Armaya Doremi saat menjadi pembicara utama wisuda Northeastern University. DOK Voa

Kisah Armaya Doremi, dari 7 Kali Gagal Tes IELTS Sampai Pidato di Wisuda Northeastern University

Renatha Swasty • 26 Februari 2026 15:59
Ringkasnya gini..
  • Armaya Doremi lulus pendidikan S2 jurusan Corporate and Organizational Communication di Northeastern University.
  • Armaya berjuang keras agar bisa kuliah di luar negeri salah satunya dengan belajar bahasa Inggris.
  • Kerja keras dan keuletannya membawanya menjadi pembicara utama dalam wisuda Northeastern University pada 2021.
Jakarta: Kerja keras dan keuletan Hairani Armaya Doremi atau biasa disapa Armaya Doremi membuahkan hasil. Dia tak cuma berhasil lulus S2 di kampus ternama Amerika Serikat tapi juga terpilih sebagai pembicara utama wisuda mewakili angkatannya.
 
Hal ini tidak pernah ada dibayangannya mengingat Armaya Doremi sangat kesulitan dengan Bahasa Inggris. Namun siapa sangka, naskah pidatonya terpilih sehingga dia menjadi pembicara utama wisuda.
 
"Aku selalu ingin mendapat pendidikan yang lebih baik, tapi aku tidak pernah menyangka akan berada di Amerika di Northeastern University," kata Armaya Doremi saat menyampaikan pidato pada Wisuda Northeastern University, Boston, Amerika Serikat Tahun 2021 dikutip dari akun Instagram @armayadoremi, Kamis, 26 Februari 2026.

Dalam pidatonya, Armaya Doremi mengungkap sejak umur 15 tahun bekerja dan membiayai hidup sendiri karena orang tuanya tidak mampu. Dia bekerja dengan menyanyi dan menjadi DJ. 
 
Untuk mendapat pendidikan yang baik, Armaya Doremi juga belajar Bahasa Inggris. Ini merupakan salah satu masa tersulitnya.
 
"Aku belajar bahasa Inggris setiap malam mengatasi tantangan belajar bahasa kedua yang membuatku menangis dan kecewa, tapi aku tak menyerah," tegas dia.
 
Dalam kesempatan itu, Armaya Doremi membagikan kata-kata yang selalu menjadi pegangan hidupnya. Kata-kata ini dia kutip dari Presiden ke-1 RI, Soekarno.
 
"Seperti Soekarno, Presiden pertama RI berkata 'Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun ke laut yang dalam'. Dengan kata lain, jangan takut mengambil risiko, karena mungkin ada sesuatu yang sangat berharga menantimu," kata Armaya Doremi. 
 
Yuk kita kenalan lebih dalam dengan Armaya Doremi berikut ini dikutip dari laman voaindonesia.com:

Profil Armaya Doremi

Armaya Doremi lahir di Binjai, Sumatra Utara pada tahun 1989. Dia merupakan bungsu dari tiga bersaudara.
 
Armaya berhasil mendapat gelar D3 jurusan Pariwisata dari Universitas Sumatra Utara di Medan.
Bakatnya di dunia tarik suara membawanya ke ajang Indonesian Idol pada tahun 2010. Pada waktu itu, Doremi sudah bekerja sebagai penyanyi dan DJ.
 
Setahun kemudian, ia memutuskan pindah ke Jakarta. Armaya Doremi lalu menempuh pendidikan S1 jurusan Komunikasi di Universitas Prof.Dr. Moestopo Beragama, Jakarta.
 
Sewaktu kuliah di Jakarta, Armaya sempat bekerja selama 5 tahun dengan mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang pada waktu itu belum menjabat sebagai gubernur.
 
Pada waktu itu, ia mendapat tawaran meneruskan studi di Melbourne, Australia. Kesempatan itu langsung diambilnya. 
  Namun, Armaya menyadari sama sekali tidak menguasai bahasa Inggris. Dia langsung mendaftarkan diri les bahasa Inggris secara intensif selama 10 bulan. 
 
Saat itu, Viktor yang melihat kegigihan Doremi menganjurkannya menempuh S2 di Amerika Serikat. Dia sempat bimbang karena mesti tinggal jauh dari keluarga.
 
Armaya terus belajar bahasa Inggris hingga lulus tes TOEFL. Dia bisa lulus tes setelah 7 kali gagal.
 
Perjalannya kuliah di Amerika Serikat juga tak mulus. Armaya sempat ditipu oleh agen yang mengatakan akan mendaftarkannya ke Northeastern.
 
“Dibohongi sama agency, uangnya dilarikan, karena katanya mau daftarin ke Northeastern, ternyata mereka enggak daftar tapi uangnya diambil,” kenang Armaya.
 
Terlepas dari semua itu, akhirnya Armaya terus maju sampai akhirnya berhasil diterima di Universitas Northeastern, AS. Selama empat bulan, Armaya memilih tinggal di asrama untuk mempelajari kebudayaan Amerika, serta proses belajar para mahasiswanya.

Kisah Armaya Doremi, dari 7 Kali Gagal Tes IELTS Sampai Pidato di Wisuda Northeastern University
Armaya Doremi di Northeastern University. DOK VoA Indonesia

Dia juga beradaptasi dengan kehidupan kampus.  Lalu, mendaftarkan diri ke program pra S2 di universitas Northeastern selama dua semester.
 
Perjalanan kuliahnya pun tak mudah karena dia mesti melakukan banyak penyesuaian. Meski begitu, Doremi tak menyerah dan terus belajar. Dia tak cuma aktif secara akademik tapi juga terlibat di berbagai kegiatan kampus.
 
Prestasi dan kerja keras Doremi selama tiga tahun di Universitas Northeastern terbayar. Dia lulus dan dinobatkan sebagai salah satu kandidat mahasiswi terbaik di jurusannya yang berpeluang mendapatkan penghargaan “Top Recognition” untuk Tahun Ajaran 2020-2021.
 
Doremi berangan-angan untuk bisa membagikan kisah hidup dan perjalanannya hingga sampai pada titik sekarang ini. Hal ini yang mendorongnya mendaftarkan diri sebagai pembicara utama wisuda di kampusnya.
 
Dia lalu menulis naskah pidatonya dan merekam dirinya berpidato. Naskah dan video tersebut, beserta rekomendari dari lima dosen akhirnya membuat terpilih menjadi pembicara utama wisuda tahun 2021.
 
“Doremi tanya apa nih kriterianya yang membuat Doremi tuh terpilih. Terus mereka bilang, dengan story kamu yang sangat (inspiratif) dan juga cara kamu speech di video itu, kita yakin bahwa kamu bisa membawa suasana yang bagus untuk di commencement speaker,” kata Doremi.
 
Doremi berpidato mewakili ratusan lulusan di angkatannya pada acara wisuda yang berlangsung di Fenway Park, stadion tim baseball Red Sox Boston. Pidato Doremi ditonton oleh ratusan orang, baik secara tatap muka maupun virtual, sesuai dengan protokol kesehatan di era pandemi covid-19.
 
Doremi mengenakan kebaya tradisional Indonesia di balik toganya saat menyampaikan pidato. Dia
memberikan kejutan pada akhir pidatonya, dengan menyanyikan beberapa bait lagu “Feeling Good,” yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris, Nina Simone, pada tahun 1964.
 
“Sepertinya kita punya calon dekan baru,” puji Mary Ludden, Dekan Sementara yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Senior Universitas Northeastern.
 
Kisah Armaya Doremi, dari 7 Kali Gagal Tes IELTS Sampai Pidato di Wisuda Northeastern University
Armaya Doremi dalam wisuda Northeastern University. DOK VoA Indonesia

Karier Armaya Doremi

Dikutip dari akun Instagram @armayadoremi, setelah menyelesaikan pendidikan S2 dengan jurusan Corporate and Organizational Communication, Armaya pernah bekerja di TikTok dan banyak belajar tentang dunia media sosial.
 
Pada 2024, Armaya meninggalkan kariernya dan membangun bisnis agensi media sosial yang diberi nama Ayamra Media. Bisnis ini telah melayani berbagai klien di bidang hospitality (hotel dan restiran), organisasi nirlaba, top chef, real estater, politisi, hingga pemerintahan di Boston.
 
Dalam waktu satu tahun, nama Ayamra Media menjadi mitra untuk acara-acara yang diadakan pemerintah Boston. Tak sampai di situ, dia mempekerjakan empat karyawan asli orang Indonesia. 
 
Armaya juga dipercaya sebagai pembicara di berbagai acara untuk mengelola media sosial dan membuat konten.
 
Semoga kisah Armaya dapat menjadi dorongan semangat buat kamu yang tengah memperjuangkan usaha yang dijalani. Tetap semangat dan jangan lupa berdoa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan