Tiara sekaligus baru saja membuktikan bahwa status ekonomi sama sekali bukan penghalang buat meraih cita-cita bergengsi. Lulusan SMA Negeri 1 Tangerang ini sukses menembus Program Studi Kedokteran FKKMK UGM lewat jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Kerennya lagi, perjuangan Tiara diganjar subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari UGM. Yap, Tiara bakal kuliah dokter secara gratis.
Mental Juara dari Gang Tiger
Lahir dari keluarga sederhana di Gang Tiger, Teluknaga, Tangerang, Banten, keseharian Tiara tak lepas dari kerja keras kedua orang tuanya yang berjualan keripik. Pemasukan yang naik-turun kerap membuat sang ayah, Sabdi, 51 tahun, dan ibunya, Siti Rohani, 41 tahun, harus memutar otak demi biaya pendidikan ketiga anak mereka.Namun, tekad keluarga ini tak pernah surut. Keterbatasan justru disulap jadi bahan bakar motivasi. “Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat,” ujar Tiara dikutip dari laman UGM, Selasa, 14 Juli 2026.
Demi mimpinya, cewek ini berjuang keras. Alhasil, sejak SD sampai SMA, nilai akademiknya selalu cemerlang. Tidak cuma jago di kelas, Tiara juga langganan ikut Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, bahkan sukses menyabet Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading.
Sempat Gagal, Bangkit karena Dukungan Orang Tua
Di balik portofolionya yang mentereng, perjalanan Tiara nggak selalu mulus. Ia sempat menelan pil pahit kegagalan di jalur seleksi perguruan tinggi lainnya.Di momen itulah, peran orang tuanya terasa sangat magis. Sang ibu yang selalu bangun sebelum subuh untuk menyiapkan bekal sekaligus membantu jualan keripik, tak pernah membiarkan putrinya menyerah.
“Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai,” kata Siti Rohani.
Momen pengumuman kelulusan di Kedokteran UGM pun jadi memori paling emosional bagi keluarga penjual keripik ini. “Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM,” tutur Sabdi.
Beban berat di pundak Sabdi dan Siti seketika sirna saat mengetahui sang putri tak hanya lolos, tapi juga dibebaskan dari biaya kuliah melalui subsidi penuh. “Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini,” ungkap Tiara.
Meski begitu, masuk FK UGM bukanlah garis finis bagi Tiara, melainkan garis start. Ia punya visi spesifik, yakni menjadi dokter spesialis mata. Alasannya sangat relate dengan kondisi Gen Z saat ini. Tiara mengaku prihatin melihat anak muda yang terlalu lengket dengan gadget dan sering mengabaikan kesehatan mata.
Kisah Tiara menjadi bukti nyata bahwa jalur prestasi kampus negeri terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berjuang, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Buat kamu yang lagi struggle ngejar kampus impian, Tiara punya pesan jitu nih:
“Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha,” pesannya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda