Ia menceritakan kisah seorang bernama Amron Naibaho, yang kini dikenal sebagai Chief Operating Officer (CEO) di HMNS Perfume. Brian pertama kali kenal Amron saat dia masih menjadi Direktur Kemahasiswaan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang banyak mengurus mahasiswa khususnya untuk menyediakan beasiswa.
"Ada seorang anak dari Sumatra Utara, Amron namanya. Dia datang ke kampus kami tidak punya uang. Orang tuanya bilang, kamu enggak usahlah pergi jauh-jauh ke Bandung," cerita Brian dalam Seminar Nasional di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Selasa, 3 Februari 2026.
Namun, saat itu Amron bersikukuh. Meskipun orang tuanya berat melepas anaknya, terlebih tak memilki modal uang untuk merantau.
"Kemudian kata Amron: 'Pak saya coba dulu ke Bandung, Kalau saya enggak dapet uang, saya kembali ke rumah'. Dia pergi ke Bandung. Kemudian anak ini masuk jurusan saya, Teknik Fisika," ungkap Brian.
Singkat cerita, Amron lulus dan meneleponnya. Ternyata, Amron mengundang Brian hadir dalam acara launching perfume HMNS di Grand Indonesia.
Tak disangka, Amron menceritakan peran Brian saat dia masih menjadi mahasiswa. Amron mengingat pesan Brian ketika masih mahasiswa dan beasiswa telah mengubah hidupnya.
Brian mengungkapkan ketika Amron ingin masuk ITB, ia mengincar beasiswa. Amron sengaja mengantre di kantor Brian berharap mendapatkan kuota beasiswa.
Namun, Amron tidak mendapatkan beasiswa. Di saat itu, Brian menyapanya dan memberikan semangat.
"Amron silakan kamu semangat cari beasiswa. Kalaupun enggak ada pasti kamu dapat. Itu saja pesan saya," kenang Brian.
Brian menyampaikan sebuah pesan memiliki makna mendalam. Meskipun, kata semangat terkesan sebuah pesan sederhana.
"Tetapi bagi seorang mahasiswa itu sangat bermakna dan sangat dalam. Jadi sampai dia ingat betul terus pesan saya itu. Padahal, saya sendiri sudah lupa ini yang mana anaknya. Dan itu yang memotivasi dia struggle, dia fighting, dia sampai membuat sekarang parfum satu-satunya parfum Made in Indonesia yang ikut Paris Fashion Show," tutur dia.
Brian menyebut kata semangat sekalipun bisa menjadi investasi pendidikan. Memberikan harapan dan motivasi adalah sebuah yang tak ternilai dalam pendidikan.
"Dan sekarang HMNS itu sekarang revenuenya sudah Rp600 miliar," beber Brian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News