Yan Budi Nugroho sedang mengajar anak muridnya. Foto : Istimewa
Yan Budi Nugroho sedang mengajar anak muridnya. Foto : Istimewa

Kisah Yan, Guru Honorer yang Pernah Digaji Rp200 Ribu

Pendidikan Kesejahteraan Guru Guru Honorer
Bagus Aryo Wicaksono • 22 Juni 2020 09:09
Purworejo: Kisah Yan Budi Nugroho, guru honorer asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini belum lama viral di media sosial setelah membagikan pengalamannya hidup dan pengabdiannya sebagai guru honorer. Ia mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Loano, Purworejo dan pernah dibayar dengan gaji sebesar Rp200 ribu per bulan.
 
"Gaji Rp200 per bulan itu Saya pakai untuk beli bensin Rp40 ribu, jajan Rp60 ribu, reward anak (siswa) Rp30 ribu, makan bakso Rp30 ribu, belanja ibu Rp20 ribu, menabung nikah Rp20 ribu, semua pas Rp200 ribu," kata Yan, Senin, 22 Juni 2020.
 
Yan pun bahkan bercerita, ketika awal menjadi guru honorer, ia hanya menerima honor sebesar Rp50 ribu per bulan. Kemudian honor itu naik menjadi Rp100 ribu, lalu kini Rp200 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gaji Rp200 ribu itu saya dapat sejak 2017 hingga 2018. Setelah itu gaji naik, karena ada insentif dari kabupaten sebesar Rp600 ribu. Jadinya sekarang tiap bulan menerima Rp800 ribu," ujarnya.
 
Ia menuliskan pengalaman hidupnya yang pernah bergaji Rp200 ribu bukan sebagai bentuk protes atau kritik terhadap Pemerintah. Namun agar orang lebih mensyukuri apa yang diperolehnya dan dapat mengelola keuangan dengan baik.
 
Baca juga:Bapak Penjaga Hutan UGM, Anak Kuliah S3 di Jepang
 
Meski begitu ia tidak memungkiri jika cara hidup tiap orang memang berbeda, begitupun kebutuhannya. "Kebetulan rumah saya ada di daerah tinggi (gunung) sementara sekolah saya di bawah, jadi jarak 200 meteran saya bisa matikan mesin motor. Karena itu keperluan bensin saya tiap bulan cukup Rp40 ribu," katanya.
 
Ia menambahkan, untuk kebutuhan belanja bagi ibunya yang hanya Rp20 ribu juga cukup untuk membeli bumbu dapur. Karena sayur mayur didapat dari kebun yang ditanam sendiri.
 
Yan mengatakan, meski pernah menerima upah sebesar Rp200 ribu per bulan, namun hal itu tidak memudarkan niatnya untuk menjadi guru. Ia mengaku berapapun bayaran yang ia terima tidak bisa meruntuhkan niatnya untuk mengabdi mencerdaskan generasi penerus bangsa.
 
"Semua Saya lakukan karena sudah cinta. Karena rasa cinta itulah Saya mendedikasikan hidup untuk jadi guru," ungkapnya.
 
Baca juga:Guru di Konawe Utara Berkeliling Mengajar ke Rumah Siswa
 
Ia pun merasa berterimakasih kepada Pemerintah yang saat ini sudah lebih memperhatikan guru honorer. Sebab sebelumnya, guru honorer hanya menerima upah dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), namun saat ini sudah ada insentif.
 
"Untuk ke depannya guru honorer harus lebih diperhatikan kesejahteraannya, karena bagaimana pun guru honorer adalah garda terdepan pencerdas bangsa," katanya.
 
Ia juga berpesan kepada rekan guru lainnya, agar tetap bersemangat menjadi inspirasi dan mengajar anak-anak generasi penerus bangsa.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif