Ilustrasi guru. MI/Gino Hadi
Ilustrasi guru. MI/Gino Hadi

Tingkatkan Literasi Numerasi Guru, Kemendikbudristek Sediakan Beasiswa Microcredential

Pendidikan pendidikan Guru Beasiswa Kemendikbudristek
Ilham Pratama Putra • 20 April 2022 19:07
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka beasiswa Microcredential. Beasiswa diberikan untuk guru.
 
"Jadi, beasiswa ini untuk melakukan pelatihan jangka pendek bagi guru di instansi pendidikan luar negeri yang punya reputasi baik guna meningkatkan literasi dan numerasi guru," kata Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Santi Ambarrukmi, dalam webinar Sharing Session GTK Kemendikbud, Rabu, 20 April 2022.
 
Dia menuturkan pelatihan akan dimentori dosen dari luar negeri. Santi berharap kompetensi literasi dan numerasi guru meningkat lewat beasiswa tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga teman-teman guru dapat memberikan sumbangsih bagi negera," tutur dia.
 
Santi menyebut peningkatan literasi dan numerasi guru akan berdampak pada siswa. Sehingga, Skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia membaik.
 
"Program ini dapat diharapkan mendatangkan guru yang keren, yang semakin kompeten dan siap menjadi bagian transformasi yang aktif," ujar Santi.
 
Merujuk Skor Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, kondisi Indonesia berada pada posisi yang sangat memprihatinkan. Skor Pisa Indonesia tak pernah mencapai skor rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
 
Hasil survei PISA 2018 itu nyatanya menempatkan Indonesia di urutan ke 74 alias peringkat keenam dari bawah. Kemampuan membaca siswa Indonesia di skor 371 berada di posisi 74,  Kemampuan matematika skornya 379 berada diposisi 73, dan kemampuan sains dengan skor 396 berada di posisi 71.
 
Merujuk Skor Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, kondisi Indonesia berada pada posisi yang sangat memprihatinkan. Skor Pisa Indonesia tak pernah mencapai skor rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
 
Hasil survei PISA 2018 itu nyatanya menempatkan Indonesia di urutan ke 74 alias peringkat keenam dari bawah. Kemampuan membaca siswa Indonesia di skor 371 berada di posisi 74,  Kemampuan matematika skornya 379 berada diposisi 73, dan kemampuan sains dengan skor 396 berada di posisi 71.
 
Baca: Platform Merdeka Mengajar, Ini Testimoni Guru Setelah Menggunakannya
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif