Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.

Kemenag Bekali Guru Madrasah Literasi Digital

Pendidikan kementerian agama Guru Literasi Digital Madrasah Digitalisasi Sekolah Digitalisasi Pendidikan
Arga sumantri • 04 November 2021 10:30
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan pelatihan dan penguatan literasi digital bagi guru madrasah. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan penguatan literasi ini penting agar guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah dapat mengembangkan kultur digital di lembaga pendidikannya.
 
Ramdhani mengatakan, digitalisasi sudah menjadi tuntutan. Bahkan, kebutuhan sehari-hari dan madrasah harus menyesuaikan ke arah digitalisasi. 
 
"Untuk menjadi madrasah hebat bermartabat, kita harus membangun sistem digital yang kuat. Kita tidak bisa lagi bekerja hanya secara manual, pelan-pelan kita harus mulai mengarah pada penguatan digital culture," kata Ramdhani mengutip siaran pers Kemenag, Kamis, 4 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ramdhani menambahkan, pelatihan peningkatan literasi digital bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, merupakan langkah konkret Kemenag dalam upaya meningkatkan kompetensi dan mutu madrasah. Harapannya, madrasah dapat terus bersaing dan mampu menunjukan kualitasnya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas.
 
"Literasi digital pada madrasah akan memberikan penguatan pada kompetensi guru madrasah dengan tujuan utama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa," terangnya.
 
Baca: Kemenag Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan
 
Ramdhani mengatakan, teknologi digital memberikan peluang yang memungkinkan peserta didik di madrasah untuk mengekspresikan diri mereka sebagai konsumen dan produsen konten digital. Makanya, guru memiliki peran penting dalam mengawal pemahaman literasi digital kepada peserta didik.
 
Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain menambahkan, sebagai pendidik, peran guru bukan sekadar melakukan transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa. Makanya, untuk dapat bertahan di era digital, seorang guru harus menguasai lima literasi, yaitu literasi membaca, menulis, numerasi, sains, dan sosial budaya. 
 
"Untuk literasi sains sangat penting dikuasai, agar kita bisa merebut kunci-kunci peradaban di masa mendatang," papar Zain.
 
Zain berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sehingga, materi yang diperoleh dari pelatihan dapat ditransfer kembali kepada peserta didik di madrasah.
 
Pelatihan Peningkatan Literasi Digital diikuti oleh 90 guru dan tenaga kependidikan madrasah swasta se-Kabupaten Garut. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 2-5 November 2021.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif