Lensa Sinema Melati. DOK LSPR
Lensa Sinema Melati. DOK LSPR

Lensa Sinema Melati, dari Kampus untuk Majukan Perfilman Indonesia

Renatha Swasty • 29 Juni 2026 10:13
Ringkasnya gini..
  • Lensa Sinema Melati digelar untuk meningkatkan awareness generasi muda terhadap pembuatan film dan memperkenalkan Kampung Sinema.
  • Lensa Sinema Melati digelar sejak Mei hingga Juli 2026, melalui pre-event, main event, dan post-event.
  • Program ini diharapkan menjadi langkah awal memajukan perfilman Indonesia.
Jakarta: Mahasiswa/i LSPR Institute of Communication and Business dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-EXCL sukses menyelenggarakan program Lensa Sinema Melati. Program hasil kerja sama dengan Kampung Sinema di Kebon Melati, Jakarta Pusat ini untuk meningkatkan awareness generasi muda terhadap pembuatan film sekaligus memperkenalkan Kampung Sinema sebagai komunitas kreatif berbasis film. 
 
“Melalui seluruh rangkaian kegiatan program, saya juga berharap generasi muda semakin percaya diri untuk berkarya dan mengembangkan potensi mereka di bidang film maupun konten digital," kata Ketua Pelaksana Program Lensa Sinema Melati, Chrestella, melalui keterangan tertulis dikutip Senin, 29 Juni 2026.
 
Pihaknya juga berharap Kampung Sinema semakin dikenal masyarakat luas. Selain itu, terus berkembang sebagai ruang kreatif yang menginspirasi generasi muda dan komunitas kreatif lainnya untuk berkarya dan berkolaborasi.

Lensa Sinema Melati digelar sejak Mei hingga Juli 2026, melalui pre-event, main event, dan post-event. Dalam rangkaian pre-event, digelar Social Media Campaign, Lensa Sinema Melati: Kreasi Konten Digital & Sinematografi, dan Lensa Sinema Melati: Lomba Kreasi Konten. Kegiatan ini melibatkan Karang Taruna Kampung Sinema dan siswa/i SMKN 38 Jakarta dengan total 30 peserta. 
 
Peserta diajak mengenal dasar konten digital, storytelling, sinematografi, serta memperkenalkan komunitas Kampung Sinema untuk memperkuat eksistensinya secara digital melalui workshop dan lomba. Ketua Komunitas Kampung Sinema, Ade Maulana Sidik, merasa senang dan terbantu dengan adanya workshop ini karena peserta mendapat pembelajaran mengenai pembuatan konten dan sinematografi, sekaligus kesempatan untuk langsung mengembangkan karya melalui lomba.
 
“Kami juga mengapresiasi adanya modul pembelajaran dan Website Kampung Sinema sebagai media informasi bagi komunitas kedepannya,” ujar dia. 
  Puncak kegiatan berlangsung pada 27 Juni 2026 melalui Main Event Lensa Sinema Melati. Acara diawali dengan Press Conference, penayangan Video Profile Kampung Sinema, penyerahan Modul Pembelajaran Dasar Konten Digital Sosial Media & Sinematografi, serta peresmian Website Kampung Sinema sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan komunitas.
 
Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Pusat, Nur Hidayat; perwakilan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat; serta 30 Finalis Abang None Jakarta Pusat yang memberikan dukungan terhadap pengembangan komunitas kreatif berbasis film. 
 
“Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat tentu memiliki komitmen untuk terus mendukung tumbuh dan berkembangnya ruang-ruang kreatif berbasis masyarakat seperti Kampung Sinema Kebon Melati. Semoga kedepannya semakin eksis dan terus menghasilkan karya-karya yang membanggakan,” ujar Nur Hidayat.
 
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Exhibition yang menampilkan perjalanan program dan karya kreatif komunitas. Setelah itu, sesi Bedah Film menghadirkan praktisi dan pelaku industri untuk membahas proses kreatif di balik produksi film. 
 
Acara ditutup melalui Panggung Apresiasi yang menampilkan karya peserta sekaligus penyerahan penghargaan bagi tiga karya terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kemampuan storytelling yang telah dikembangkan selama program berlangsung.
 
Program dilanjutkan dengan rangkaian post-event berupa Social Media Documentation, partisipasi dalam Communication Festival (COMMFEST), dan Publikasi Media. Melalui seluruh rangkaian tersebut, Lensa Sinema Melati diharapkan dapat menjadi langkah awal memajukan perfilman Indonesia dengan memperkenalkan Kampung Sinema lebih luas dan mendorong generasi muda semakin tertarik berkarya di bidang film.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA