Halo UC DOK. DOK UC
Halo UC DOK. DOK UC

Halo UC Dok, Bantu Deteksi Kasus Kanker Mulut Sebelum Terlambat

Renatha Swasty • 06 Maret 2026 19:01
Ringkasnya gini..
  • Halo UC Dok adalah wadah konsultasi kesehatan interaktif yang terbuka untuk masyarakat umum.
  • Program hadir rutin setiap minggu pada Rabu dan Kamis.
  • Program ini diharapkan mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
Jakarta: Luka di mulut yang tak kunjung sembuh sering dianggap sariawan biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal kanker rongga mulut yang kerap terlambat terdiagnosis di Indonesia.
 
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat kanker bibir dan rongga mulut masih termasuk dalam kasus kanker yang ditemukan di Indonesia. Sejumlah studi klinis juga menunjukkan banyak pasien baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut karena gejala awal sering dianggap sepele.
 
Merespons kondisi tersebut, Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program baru bertajuk 
Program ini hadir rutin setiap minggu, yakni:
  1. Rabu untuk konsultasi kesehatan gigi dan mulut
  2. Kamis untuk konsultasi kesehatan umum
Dalam format live selama satu jam 15.30-16.30 WIB di Tiktok, masyarakat dapat bertanya langsung kepada dokter secara real-time tanpa biaya.

Dua dokter spesialis penyakit mulut, drg. Karlina Puspasari dan drg. Nurfitri Amaliah, membahas tanda bahaya luka di rongga mulut yang sering diabaikan. Karlina mengatakan
sariawan normal biasanya sembuh dalam 7–14 hari. 
 
"Jika lebih dari dua minggu tidak membaik, apalagi disertai perubahan warna atau jaringan terasa keras, itu perlu diperiksakan,” jelas Karlina.
 
Nurfitri mengatakan keterlambatan pemeriksaan sering terjadi karena masyarakat tidak merasakan nyeri pada tahap awal. Dia menyebut kanker rongga mulut pada stadium awal sering tidak terasa sakit. 
 
"Justru karena tidak nyeri, orang menunda pemeriksaan. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan di tubuhnya sendiri,” ujar dia.
 
Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra, Michael Hery Tera, mengatakan melalui Halo UC Dok, Universitas Ciputra tidak hanya menghadirkan edukasi. Tetapi juga membuka akses konsultasi yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat di era digital. 
 
"Halo UC Dok adalah wujud komitmen Universitas Ciputra dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat Indonesia. Kami ingin berperan aktif bukan hanya dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan publik melalui akses konsultasi yang mudah dan terpercaya," tutur dia.
 
Program ini diharapkan menjadi jembatan antara tenaga medis dan publik. Sekaligus, mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan