"Melalui launching ini, Universitas Mercu Buana menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya menghasilkan pelaku usaha, tetapi juga membentuk karakter, daya saing, dan kontribusi nyata bagi masyarakat." kata Rektor UMB, Andi Adriansyah, dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.
UMB Store diharapkan menjadi katalis lahirnya generasi MercuPreneur, yakni wirausahawan muda yang mampu bertumbuh, bersinar, dan memberikan dampak luas bagi masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Andi menekankan makna kebesaran sebuah perguruan tinggi bukan diukur dari luas lahan, melainkan dari kekuatan komunitasnya.
Ia menyebut komunitas yang kuat lahir dari interaksi yang tulus, di lorong kampus, di kantin, di lapangan olahraga, hingga di ruang-ruang yang baru diresmikan hari ini.
Sementara itu, Hall Badminton bukan sekadar arena permainan, melainkan tempat persemaian karakter sejati mahasiswa UMB. Ia menyebut sebagai identitas Mercu Buana yang sesungguhnya bahwa lulusan kampus ini bukan cuma cerdas di atas kertas, tetapi juga tangguh dalam menghadapi kehidupan nyata.
Baca Juga :
Ubah Sosmed Jadi Cuan dan Karier, Mahasiswa S2 UMB Bekali Siswa SMK Bangun Personal Branding
Anggota Pembina Yayasan Menara Bhakti, Rindangsari Kurniawati, menyebut peresmian kedua fasilitas ini jauh melampaui makna sebuah seremoni biasa. Pendidikan merupakan investasi bangsa yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya diucapkan dalam retorika.
"Peresmian ini bukan sekadar seremoni fasilitas. Ini adalah bentuk komitmen terhadap pendidikan sebagai investasi bangsa bahwa kita sungguh-sungguh menyiapkan generasi, bukan sekadar membangun Gedung," ujar Rindangsari.
Dia juga menyoroti dimensi lingkungan sebagai fondasi utama pengembangan sumber daya manusia. Menurut dia, potensi individu tidak akan pernah berkembang optimal tanpa kehadiran lingkungan yang mendukung.
Dua fasilitas yang baru diresmikan ini adalah wujud nyata dari kesadaran institusi bahwa tugas kampus adalah menyediakan ekosistem, bukan sekadar ruang belajar formal.
"Potensi individu tidak berkembang tanpa lingkungan yang mendukung. Kita tidak bisa meminta mahasiswa bertumbuh, sementara kita tidak menyiapkan tanahnya. Inilah tanah itu," ujar dia.
Langkah ini juga menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi kelembagaan yang terus bergulir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News