Jakarta: Momen Pemilihan Umum (
Pemilu) 2024 diharapkan jauh dari tindakan nepotisme. Jangan sampai ada pihak yang bermain hanya untuk kepentingan politik salah satu keluarga.
Hal ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu Surya Vandiantara merespons pelantikan Reda Mantovani sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)
Kejaksaan Agung. Reda Mantovani merupakan dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
"Jangan sampai pesta demokrasi Pemilu 2024 nanti dinodai oleh tindakan neopotisme yang hanya menguntungkan kepentingan politik salah satu keluarga saja," ujar Surya dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 November 2023.
Surya menekankan lembaga penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung, jangan dijadikan alat untuk kepentingan politik. Dengan begitu, proses demokrasi bisa berjalan dengan baik dan tidak menjadikan lembaga negara sebagai alat untuk menekan pihak lain.
"Apabila Jamintel terkontaminasi dengan tindakan nepotisme, maka bisa saja wewenang penggalangan yang seharusnya ditujukan untuk pencegahan tindak pidana, malah disalahgunakan untuk mendukung pilihan politik tertentu. Kekhawatiran inilah yang perlu sama-sama kita waspadai," kata dia.
Jika merujuk pada Peraturan Jaksa Agung RI Nomor PER-006/A/JA/07/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia, disebutkan lingkup bidang intelijen Kejaksaan, meliputi kegiatan intelijen penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan untuk melakukan pencegahan tindak pidana untuk mendukung penegakan hukum, baik preventif maupun represif di bidang ideologi, politik, ekonomi, keuangan, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan, melaksanakan cegah tangkal terhadap orang tertentu dan/atau turut menyelenggarakan ketertiban dan ketenteraman umum.
Sehingga, kata dia, hal-hal yang serat dengan nepotisme harus benar-benar ditentang. Dia menyampaikan dampak negatif dari tindakan nepotisme akan menyebabkan terjadinya penyalahgunaan wewenang demi kepentingan keluarga.
"Pelantikan Dr. Reda Manthovani sebagai Jamintel tentunya akan menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran akan terjadinya tindakan nepotisme tersebut," kata dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((AZF))