Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Foto: Antara/Wahyu Putro..
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Foto: Antara/Wahyu Putro..

Jokowi Ungkap Masalah Indonesia dan Solusinya

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Damar Iradat • 28 Maret 2019 16:34
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut membangun Indonesia tidak bisa dilakukan secara langsung. Dengan segudang permasalahan, pemerintah harus menyelesaikannya satu per satu.
 
Hal itu diungkapkan Jokowi melalui teknologi hologram di hadapan ribuan pengunjung Smart Citizen Day. Menurut Kepala Negara, hingga saat ini, pemerintah telah berhasil menyelesaikan berbagai masalah itu, meski belum semua diatasi.
 
"Dengan semangat optimis, dalam 5 tahun ini kita sudah sama-sama kerja keras untuk mengatasi masalah tadi. Memang, semuanya belum selesai, tapi satu per satu kita perbaiki," kata Jokowi melalui hologram yang ditampilkan dalam Smart Citizen Day di The Tribrata di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jokowi, sejak awal memimpin Indonesia, banyak tantangan yang dihadapi pemerintah. Salah satunya adalah ekonomi global yang kurang baik, yang berpengaruh ke Indonesia.
 
Selain itu, lima tahun lalu, keingin membuka lapangan pekerjaan dengan membangun industri di seluruh wilayah Indonesia juga masih terkendala. Salah satunya yakni soal Infrastruktur yang belum siap.
 
Jokowi juga menyatakan, keinginan untuk mengembagkan pariwisata di banyak tempat saat itu juga sulit direalisasi. Masalahnya serupa, yakni bandara yang kecil, kurang siap, dan tidak layak.
 
Kendati begitu, menurut Jokowi, selama lima tahun ini, pemerintah sudah bekerja keras untuk mengatasi sejumlah permasalahan tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan dana desa.
 
Ia mencontohkan desa yang berhasil mengembangkan potensinya karena suntikan dana desa, yakni Pujon Kidul di Malang. Menurut Jokowi, dana desa di Pujon Kidul dikelola untuk mengembangkan wisata secara kreatif.
 
Selain itu, jalan-jalan desa diperbaiki, jaringan air bersih dibangun, lalu BUMDES dibentuk utk mengembangkan usaha pariwisata.
 
"Awalnya modal Rp60 juta dari dana desa, sekarang omzet Rp5 miliar per tahun dan nama Pujon Kidul langsung mendunia," ujarnya.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berbicara soal pembangunan sejumlah jalan tol seperti Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, dan sejumlah tol lainnya. Menurut dia, Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera sebetulnya sudah direncanakan sejak lama, namun tak kunjung direalisasikan.
 
"Perlu diketahui, Tol Trans Jawa dicanangkan sejak lama untuk mengatasi kemacetan Pantura yang makin parah. Ttol Trans Sumatera juga sudah direncanakan sejak lama untuk mengembangkan potensi SDA yang masih terisolasi," ungkapnya.
 
Tidak hanya itu, Jokowi juga berbicara soal pembangunan jalan non tol yang dibangun di sejumlah daerah. Menurut dia, selama lima tahun pemerintah juga sudah berupaya membangun jalan non tol, contohnya jalan Trans Papua.
 
"Dulu ruas Sorong-Manokwari harus ditempuh satu minggu, kini bisa hanya 12 jam. Selama lima tahun, kita berhasil mengubah cara pandang, cara kerja pemerintah untuk memastikan bahwa negara betul-betul hadir untuk rakyat," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Jokowi memastikan, pembangunan infrastruktur di seluruh pulau di Indonesia berbuah manis dan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ia memastikan setiap tetes rupiah di APBN betul-betul bisa dirasakan oleh rakyat.
 
"Kita berhasil menurunkan tingkat kemiskinan pada titik terendah, berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka pada tingkat terendah. Semua yang saya sampaikan tadi tidak mungkin dapat terwujud tanpa dukungan dan kerja keras banyak pihak," tandasnya.
 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif