Calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANT/Hafidz Mubarak.
Calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANT/Hafidz Mubarak.

Survei Litbang Kompas Menguatkan Keunggulan Jokowi-Ma'ruf

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Arga sumantri • 20 Maret 2019 22:26
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi positif hasil survei Litbang Kompas. Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Meutya Hafid menyebut hasil survei Litbang Kompas menguatkan hasil sigi lembaga survei lain tentang keunggulan Jokowi-Ma'ruf.
 
"Hasil survei Kompas semakin meyakinkan kami bahwa pasangan 01 semakin jauh meninggalkan 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno)," kata Meutya di Jakarta, abu, 20 Maret 2019.
 
Meutya meyakini suara Jokowi akan lebih tinggi ketimbang Pilpres 2014. Indikasinya, Jokowi mulai mampu merebut suara mayoritas di wilayah yang selama ini menjadi basis suara Prabowo-Sandi, misalnya di Jawa Barat. Hasil Pilkada Jawa Barat telah menunjukkan kemenangan pasangan yang diusung partai politik pro pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada kenaikan suara di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI, dan Banten," beber Meutya.
 
Ia menegaskan, tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf akan terus mengawal dukungan masyarakat terhadap petahana. TKN Jokowi-Ma'ruf tak akan terlena dengan keunggulan versi hasil survei. Malah, relawandan seluruh elemen harus semakin bekerja keras.
 
Ia pun mengajak segenap elemen TKN, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf, maupun organisasi relawan terus bekerja maksimal. Terutama, dalam menyampaikan deretan prestasi Jokowi selama memimpin negara.
 
Politikus Golkar itu meyakini semakin optimal dampak pembangunan bagi masyarakat, elektabilitas Jokowi juga terus meroket. Terlebih, pemerintah segera meresmikan Moda Raya Terpadu (MRT) yang memiliki fasilitas kelas dunia.
 
"Ini bukan sekadar retorika melainkan karya nyata yang sama-sama bisa kita lihat dan rasakan manfaatnya," pungkasnya.
 
Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.
 
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,2 persen.
 
Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Padahal, pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen.
 
Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif