Ketua KPU Arief Budiman/Medcom.id/Damar Iradat
Ketua KPU Arief Budiman/Medcom.id/Damar Iradat

KPU Harus Mempelajari Putusan PTUN Soal OSO

Pemilu pemilu serentak 2019
Damar Iradat • 17 November 2018 14:58
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih harus mempelajari putusan Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Ketua KPU Arief Budiman menegaskan pihaknya baru menerima salinan putusan MA.
 
Arief menyatakan pihaknya tidak mau terburu-buru merespons putusan tersebut. Putusan MA, PTUN, Mahkamah Konstitusi (MK), harus saling bersandingan.
 
"Jadi kita tunggu putusan PTUN sekalian, baru rumuskan kebijakan yang akan kami ambil," kata Arief di Ecovention, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 17 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: OSO Menang di PTUN
 
Sebelumnya, KPU mencoret OSO dari daftar calon tetap (DCT) calon senoator karena merangkap sebagai pengurus partai. OSO menggugat putusan MK yang tetap tak memperbolehkan pengurus parpol maju. Putusan itu diimplementasikan dalam Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD.
 
OSO lantas mengajukan gugatan ke MA. Gugatan dikabulkan lantaran PKPU bertentangan dengan undang-undang.
 
OSO kembali memenangi gugatan di PTUN tentang PKPU. PTUN menyatakan keputusan KPU Nomor 1130/PL.01.4-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap Perseorangan Peserta Pemilu Anggota DPD Tahun 2019 batal. Putusan MK di tengah tahapan pencalonan pemilu harus berlaku prospektif atau tidak boleh berlaku surut. Putusan baru bisa berlaku pada pemilu berikutnya.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif