Jakarta: Presiden Joko Widodo mengajak para ulama di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, memerangi hoaks dan fitnah. Para ulama diminta meluruskan informasi menyimpang yang beredar di masyarakat.
"Bahwa yang namanya semburan fitnah, hoaks, harus diluruskan agar perpecahan dan gesekan bisa kita hindari," kata Jokowi di hadapan ulama se Jadetabek di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.
Presiden menceritakan pengalaman bertemu Presiden Afghanistan AShfar Ghani dan Ibu Negara Rula Ghani. Mereka bercerita tentang konflik berkepanjangan yang mendera Afghanistan.
Jokowi menyebut konflik itu bermula pada 40 tahun lalu. Saat itu, dua dari tujuh suku yang ada di Afghanistan bertikai. Perang saudara itu pecah hingga sekarang. Alhasil, Afghanistan kesulitan mengelola sumber daya yang mereka miliki.
Ribuan korban pun jatuh akibat perang saudara itu. Padahal, Afghanistan pada 40 tahun lalu merupakan salah satu negara berkembang yang makmur.
"Ibu Negara Rula Ghani cerita ke saya, 40 tahun lalu perempuan sudah nyetir mobil, aman enggak ada masalah. Begitu perang terjadi, naik sepeda saja susah, anak-anak ke sekolah juga bermasalah karena keamanan," kata Jokowi.
Suasana pertemuan Presiden Jokowi dengan ulama se-Jadetabek. (Foto: MI/Ramdani)
Kepala Negara tak ingin kejadian serupa terjadi di Indonesia. Ia pun mengajak para ulama memberikan wejangan kepada masyarakat terkait dampak yang disebabkan hoaks dan ujaran kebencian.
Jokowi menambahkan masyarakat sering lupa, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar dunia. Ia pun meminta masyarakat tak terpecah belah karena beda pilihan pada pemilihan umum.
"Silakan beda pilihan, enggak apa-apa, tapi jangan ngomporin fitnah yang menyesatkan," kata Jokowi.
Ia meminta masyarakat memilih pasangan calon berdasarkan prestasi. Masyarakat juga bisa memilih Jagokan mereka berdasarkan pengalaman, ide, dan gagasan.
"Saya selalu ajak masyarakat dewasa dalam memilih pemimpin, baik di kota hingga nasional. Kadang-kadang saya kalau ke desa, kadang kita kayak politikus semuanya. Kebetulan saya bukan ketua partai. Tapi ya bagus ada diskusi," pungkas Jokowi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((MEL))