Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Suara PPP Berpindah, Bawaslu Sleman Periksa 13 Saksi

Pemilu penghitungan suara pileg pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 17 Mei 2019 16:52
Sleman: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memeriksa belasan saksi dalam kasus bergesernya suara PPP ke partai lain. Saksi meliputi panitia pemilu hingga pelapor.
 
Komisioner Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan ada sebanyak 13 saksi yang sudah diperiksa dalam kasus itu. Saksi yang diperiksa meliputi PPK, PPS, hingga KPU dan pelapor kasus.
 
"Kasus masih di dalami. Belum pleno juga. Hari ini satu anggota PPK tak bisa hadir dengan alasan di luar daerah. Jika tak bisa akan terus kami layangkan panggilan ke tiga, keempat, sampai 14 hari kerja," kata Arjuna saat dihubungi, Jumat, 17 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan kasus berpindahnya 1.508 suara PPP ke partai lain itu didaftarkan sejak Senin, 10 Mei 2019. Laporan itu sebelum pihaknya menggelar rapat dengan Gakkumdu.
 
Dalam rapat bersama anggota Gakkumdu; Bawaslu, kejaksaan, dan polisi, itu memutuskan lengkap tidaknya berkas kasus. Jika berkas belum lengkap akan dilakukan pemeriksaan la hutan, sementara apabila sudah dilanjutkan pembahasan tahap kedua.
 
"Pembahasan tahap kedua ini kemudian ke tahap penyidikan atau tidak. Penyidikan ini dilakukan kepolisian. Jika kasus lanjut, polisi akan memproses hingga P21 di kejaksaan," ungkapnya.
 
Arjuna menjelaskan, pihaknya sejauh ini sudah mencoba mencari tahu bagaimana proses pengolahan data yang dilakukan PPS. Hal ini untuk mencari titik terang perbedaan hasil rekap di desa dan kecamatan.
 
Adapun keterangan di tingkat desa maupun kecamatan tetap berbeda. "Kami juga sudah periksa ketua KPPS dan bagiab teknis. Satu lagi bagian data. Dia yang memegang data, ini sangat dibutuhkan. Siapa tahu bagian data memegang petunjuk lain," kata dia.
 
Arjuna mengaku masih fokus pada pendalaman keterangan PPK. Selain itu, pendalaman juga dilakukan pada konteks pengawasan. "Kami mengejar fungsi pengawasannya sejauh mana sehingga terjadi seperti itu. Perbedaan itu sudah diduga sejak awal," ujarnya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif