Jakarta: Penggunaan
gimmick politik atau muslihat yang digunakan parpol dinilai tidak efektif meraup suara. Pasalnya, masyarakat akan lebih melihat program apa yang nantinya ditawarkan dalam pertimbangan menyalurkan hak suara mereka.
"Karena jika tidak memiliki program andalan dan tidak bisa dijabarkan maka tidak juga akan menarik khalayak," kata Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun-Gun Heryanto kepada
Media Indonesia, Minggu, 11 November 2018.
Gun-gun memandang adanya penggunaan
gimmick dalam dunia politik memang lumrah dilakukan khsusnya dalam menarik simpati masyarakat secara emosional. Namun, kecenderungan masyarakat saat ini ialah menilai apakah parpol serta caleg-caleg tersebut. Selain menawarkan program akan pula dilihat visibilitas melalui penjabaran yang diberikan kontestan pemilu tersebut untuk diterapkan.
Setidaknya ada beberapa faktor yang dapat diperhatikan parpol untuk dapat meraup suara masyarakat. Faktor tersebut ialah bekerjanya figur caleg di basis teritorial, memiliki program populis yang dapat dijabarkan, serta soliditas di internal parpol itu sendiri.
Ia pun menuturkan para caleg parpol dapat menunjukan karakter dari masing-masing parpolnya, sehingga selain dapat menjadi pendidikan politik terhadap masyarakat hal tersebut pun dapat dijadikan identitas parpol itu sendiri.
"Parpol dan peserta pemilu harus menyadari bahwa sekarang faktor-faktor tadilah yang menetukan sukses tidaknya dalam berkontestasi selain juga menjaga manajemen isu, maruap suara," ujarnya.
Parpol pun menurutnya dalam kontestasi pileg perlu memiliki zona-zona yang menjadi wilayah utama dalam hal meraup suara. Pemfokusan ini selain sebagai hitung-hitungan biaya mesin partai hal itu dapat dijadikan ukuran efektifitas dalam memprediksi suara yang nantinya akan diraup.
"Yang paling penting sebenarnya parpol harus punya zona primer yaitu zona yang wajib dimenangkan dan yang paling tidak basis-basis utama yang potensial dimenangi," ujarnya.
(Nurjiyanto).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((YDH))