Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono; dan terduga kasus dugaan politik uang dari partai Gerindra, Muhammad Lisman Pujakesuma (belakang bertopi putih). Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono; dan terduga kasus dugaan politik uang dari partai Gerindra, Muhammad Lisman Pujakesuma (belakang bertopi putih). Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Kader Gerindra 'Kunci Mulut' Usai Dicecar Bawaslu

Pemilu pileg pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 23 April 2019 17:01
Yogyakarta: Politikus Partai Gerindra Muhammad Lisman Pujakesuma mengunci mulut usai diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DI Yogyakarta. Lisman sebagai terlapor diperiksa enam jam karena diduga melalukan politik uang pada Pemilu Serentak 2019.
 
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, mengungkapkan pihaknya juga memeriksa dua saksi lain. Bawaslu DIY sudah menggelar rapat pertama dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) bersama aparat kepolisian dan kejaksaan. Rapat memutuskan perlu melengkapi syarat formal meterial untuk memenuhi dugaan pidana pemilu.
 
"Ini akan kita putuskan setelah memeriksa pihak-pihak di pemilu," ucap Bagus di Yogyakarta, Selasa, 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus dugaan politik uang yang menyeret Pujakesuma dilaporkan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di Polda DIY, 18 April 2019. Namun, polisi tak berkedudukan sebagai pelapor kasus. Dugaan politik uang hanya bisa dilaporkan oleh WNI yang mempunyai hak pilih, pemantau pemilu, dan peserta pemilu.
 
"Soal ini kita akan dalami mengenai larangan polisi lapor. Syarat formil, pelapor, saksi minimal dua, dan barang bukti, sudah kita terima. Nanti kita bahas saat klarifikasi. Tidak bisa langsung menyimpulkan," beber dia.
 
Baca: Polda DIY dan Bawaslu Belum Tindak Dugaan Politik Uang
 
Bagus menegaskan pengawas mendalami dugaan pelanggaran masa tenang, yakni soal pelaksana, petugas, peserta kampanye dilarang memberikan uang ke pemilih. Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun, denda maksimal Rp48 juta.
 
"Laporan masuk 18 April, (kasus) harus selesai maksimal 14 hari kerja. Kami upayakan secepatnya. Kalau posisinya jelas akan kita sampaikan perkembangannya," ujarnya.
 
Pujakesuma ditangkap di kawasan Jalan Magelang Kecamatan Tridadi, Kabupaten Sleman, pada Selasa malam, 16 April 2019. Saat ditangkap, Pujakesuma membawa uang Rp1,6 miliar dalam bentuk pecahan ratusan ribu.
 
Ketua Badan Pemenangan Provinsi DIY pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dharma Setiawan, mengatakan Pujakesuma diberikan tugas membawa uang untuk keperluan membayar saksi pemilu. Pujakesuma disebut menjalankan tugas di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.
 
"Jadi uang ini untuk keperluan pembayaran saksi pemilu di wilayah Kabupaten Sleman. Dugaan politik uang (tidak bisa dituduhkan), ini (Pujakesuma sebagai juru bayar," kata Dharma.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif