Ibrahim Kadir Tuasamu saat memberikan keterangan kepada wartawan. Medcom.id/Ahmad Rofahan
Ibrahim Kadir Tuasamu saat memberikan keterangan kepada wartawan. Medcom.id/Ahmad Rofahan

IAS Masuk Timses Prabowo-Sandiaga

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Rofahan • 14 Mei 2019 12:23
Cirebon: IAS yang ditangkap polisi akibat membuat video adu domba polisi-TNI. Dia diakui bagian dari tim sukses pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Salahuddin Uno.
 
"Benar, beliau adalah relawan dan timses Paslon 02," ujar Ibrahim Kadir Tuasamu, pengacara ISA, di Mapolres Cirebon, Senin, 13 Mei 2019.
 
Kliennya juga seorang pemimpin pondok pesantren dan mantan dosen sejumlah kampus di Cirebon. IAS juga memiliki sejumlah majlis taklim di Cirebon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua majlis taklim itu, mendukung Prabowo-Sandi," katanya.
 
Apa yang disampaikannya di video tersebut bentuk keprihatinan kliennya sebagai ulama. Ibrahim menyebut kliennya berbuat hal demikian demi mendapatkan pemimpin yang memiliki akhlakul karimah atau berakhlak baik.
 
"Tidak ada tujuan apa-apa dalam pembuatan video tersebut, kecuali bagaimana negara ini mendapatkan pemimpin yang memiliki akhlakul karimah," ujar Ibrahim.
 
Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengakui ada unsur politik dalam video yang dibuat IAS. Menurutnya ada ajakan untuk menuju Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019 atau saat pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum untuk presiden dan wakil presiden terpilih.
 
Suhermanto meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan KPU terkait hasil Pemilu 2019. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan hal yang inkontitusional.
 
"Jangan sampai terprovokasi untuk melakukan tindakan inkonstitusional," tegas Suhermanto.
 
Video yang dibuat IAS viral di media sosial. Ia meminta masyarakat untuk tidak takut terhadap ancaman tembak ditempat yang disampaikan Kapolri. TNI disebutnya siap bertempur melawan Polri jika ada korban jiwa dari masyarakat.
 
IAS juga menyebutkan 22 Mei bertepatan dengan masa pembacaan keputusan Pemilu oleh KPU, bertepatan dengan hari lahir PKI. Karena perbuatannya itu IAS yang berasal dari Cirebon ini ditangkap untuk diproses hukum.
 


 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif