Wakil Ketua MPR sekaligus Ketum Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah. Foto: MI/Susanto
Wakil Ketua MPR sekaligus Ketum Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah. Foto: MI/Susanto

Alumni Kelompok Cipayung: Sengketa Pemilu Harus Diselesaikan Dalam Koridor Hukum

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Misbahol Munir • 23 Mei 2019 20:54
Jakarta: Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Alumni Cipayung mengimbau semua pihak menghormati hasil Pemilu 2019 yang telah diumumkan Komisi Pemilihn Umum (KPU) pada Selasa, 21 Mei 2019.
 
Rakyat Indonesia diminta tidak terprovokasi dan menolak segala upaya mendelegitmasi proses demokrasi yang sudah berjalan sesuai koridor hukum dan konstitusi.
 
Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ahmad Basarah mengatakan pemilu adalah agenda rutin kenegaraan tiap lima tahun untuk menjaga kesinambungan pembangunan dalam bingkai NKRI. Meski berjalan lancar, aman, dan damai tetapi banyak yang perlu diperbaiki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk itu, memerlukan penyempurnaan pada pemilu berikutnya. Sebagai bangsa yang besar tentu kita harus keluar dari masalah yang ada dan jangan mengulangi kesalahan yang sama," ujar Basarah dalam keterangannya, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Alumni Kelompok Cipayung: Sengketa Pemilu Harus Diselesaikan Dalam Koridor Hukum
Alumni Kelompok Cipayung saat menyampaikan pernyataan politik menyikapi hasil Pemilu Serentak 2019 di Kantor Pengurus Pusat PA GMNI di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019. Foto: Dok/Istimewa
 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva yang juga Koordinator Presidium Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menjelaskan, sebagai negara hukum, segala bentuk perselisihan dan sengketa pemilu harus tetap diselesaikan dalam koridor hukum dan konstitusi.
 
"Proses yang berjalan merupakan tanggung jawab kita semua. Kelebihan dan kekurangannya harus diselesaikan melalui proses hukum karena semua sudah ditetapkan dalam konstitusi dan aturan di Indonesia," ujar Hamdan.
 
Alumni Cipayung juga mendukung upaya Polri dan TNI mengambil tindakan sesuai koridor hukum yang berlaku dalam rangka menjaga stabilitas, keamanan, dan keterbitan umum.
 
"Menolak segala upaya mendelegitimasi hasil Pemilu dan upaya-upaya inkonstitusional yang dapat mengganggu stabilitas politik nasional dan berpotensi memecah belah banga," kata Sekjen KAHMI Manimbang Kahariady saat membacakan pernyataan sikap Alumni Cipayung.
 
Alumni Kelompok Cipayung: Sengketa Pemilu Harus Diselesaikan Dalam Koridor Hukum
Kiri-Kanan: Ketua Forum Komunikasi Alumni PMKRI Hermawi Taslim, Ketum IKA PMII Ahmad Muqowam, Ketum Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah, Koordinator Presidium KAHMI Hamdan Zoelva, dan Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI Febry Tetelep saat menyampaikan pernyataan politik menyikapi hasil Pemilu Serentak 2019 di Kantor Pengurus Pusat PA GMNI di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019. Foto: Dok/Istimewa
 
Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan kepentingan bangsa dalam memenangi kompetisi global.
 
"Kita kuatkan persatuan, lupakan egoisme kelompok untuk maju sebagai pemenang. Persaingan dengan bangsa lain hanya bisa dimenangkan dengan memperkuat doktrin Pancasila yaitu persatuan di antara kita," seru mereka.
 
Pernyataan politik bersama Alumni Kelompok Cipayung itu ditandatangani Koordinator Presidium Keluarga Alumni HMI (KAHMI) Hamdan Zoelva, Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ahmad Basarah, dan Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Hermawi Taslim.
 
Hadir pula Ketua Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), Ahmad Muqowam sekaligus Wakil Ketua DPD RI, dan Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) Febry Tetelepta.
 

(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif