Massa aksi di Badan Pengawas Pemiliu dibubarkan Polisi. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadan
Massa aksi di Badan Pengawas Pemiliu dibubarkan Polisi. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadan

Massa Aksi di Bawaslu Dibubarkan Polisi

Pemilu penghitungan suara pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Mei 2019 23:52
Jakarta: Petugas kepolisian satuan anti huru-hara membubarkan kerumunan massa yang melakukan aksi di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal itu dilakukan karena massa masih melantukan yel-yel yang memprovokasi.
 
Tak hanya melakukan ejekan ke aparat. Mereka juga sempat mau menerobos barikade kawat berduri. Mereka sempat diberi peringatan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Harry Kurniawan.
 
Alhasil pukul sekitar pukul 22.30 WIB pasukan keamanan mendorong mundur massa menjauh dari Bawaslu. Harry mengatakan aksi sebenarnya sudah berkahir damai, tetapi ada oknum yang terus memprovokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya belum tahu darimana ini ya daritadi mancing terus merusak barier mancing-mancing terus, yasudah kita lakukan upaya," kata Harry di Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa 21 Mei 2019.
 
Pihak kepolisian sempat menangkap beberapa oknum. Tetapi Harry belum bisa menyebut berapa orang yang ditangkap.
 
"Saya belum tahu. Ini masih diamankan nanti diamankan ke polda," ujarnya.
 
Pada pukul 21.00 WIB, massa yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Rakyat sedikit demi sedikit mulai meninggalkan Gedung Badan Pengwas Pemilu (Bawaslu). Mereka diminta meninggalkan Bawaslu usai melaksanakan sholat tarawih.
 
Meski begitu sempat terjadi adu mulut oleh peserta aksi saat mereka mencoba mendekati barikade. Polisi dan pemimpin aksi menghimbau untuk tidak terprovokasi.
 
"Kita memastikan tidak ada kekisruhan, dari penyusup banyak emak-emak," ujar orator dari mobil komando, Selasa 21 Mei 2019
 
Para peserta diperingatkan untuk mengikuti arahan orator dari mobil komando. Bahkan beberapa peserta sukarela menjadi pagar betis agar massa tidak maju ke barikade.
 
"Minta polisi tenang-tenang aja kita mau bubar, jangan provokasi nanti bapak rugi. Kita menghargai ulama kita, pimpinan minta super damai super tertib," tegasnya.
 
Pihak kepolisian juga tetap menjaga jarak dengan tidak maju ke arah peserta. "Kami tidak akan maju," kata petugas dari pengeras suara.
 
Para peserta aksi ini digiring oleh mobil komando aksi ke arah Kebon Sirih. Berdasarkan pantauan sampai sekarang masih ada massa yang belum mengikuti komando.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif