Jakarta: Calon Presiden Nomor Urut 1
Anies Baswedan mengapresiasi program beasiswa pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Anies menyoroti serangkaian tes sebagai syarat LPDP.
Ia mencontohkan tes Toefl, tes IELTS, tes GRE dan lain-lain. Anies mengatakan serangkaian tes ini memberatkan peserta dari kalangan tidak mampu.
"Tes, tes itu, harganya mahal. Seperti LPDP, misalnya. Sesudah diterima LPDP, nanti mungkin harus tes Toefl, tes IELTS, tes GRE, tes macem-macem. Tes itu mahal. Kursusnya mahal," kata Anies dalam Acara Desak Anies di Maluku, Senin 15 Januari 2024.
Baca juga:
Janji Anies Kembangkan Sepak Bola di Maluku, Bangun Lapangan Rakyat hingga Buat Kompetisi
Anies berjanji akan menggratiskan biaya tersebut kepada peserta beasiswa. Anies tidak ingin peserta beasiswa dibebani biaya tes tersebut.
"Nanti bila kami bertugas, itu semua menjadi bagian dari tanggung jawab negara. Supaya anak-anak bisa ikut dalam proses seleksi itu," ungkap Anies.
Anies sudah menerapkan prinsip ini saat menjadi Rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Anies meminta beasiswa diberikan penuh kepada penerimanya.
"Ketika kami bertugas sebagai rektor, kami berikan beasiswa. Beasiswa itu membiayai 100 persen selama 4 tahun kuliah. Sehingga begitu anak diterima, dia tenang. Sampai di ujung, dia konsentrasi. Syaratnya, Anda harus berprestasi," tegas Anies.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((DHI))