Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

KPU Diminta Memastikan Keamanan Kotak Suara Karton

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 16 Desember 2018 17:11
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan keamanan penggunaan kotak suara berbahan karton saat Pemilu 2019. Bukan masalah kotak suara berbahan dasar karton.

"Sekarang yang harus kita evaluasi, apa instrumen yang melengkapi kotak suara karton itu. Bagaimana KPU memastikan petugas yang ada di lapangan bisa mengamankan kotak suara dengan baik, bagaimana sopnya, seperti apa pengawasannya," kata Peneliti Perludem Titi Anggraeni dalam diskusi ' Pasca-Penetapan DPT Tahap Ii di D'hotel, Jakarta Selatan, Minggu 16 Desember 2018.

Kata Titi, tugas KPU bagaimana bisa menjawab spekulasi dan kontroversi penggunaan kota suara karton. Urgensi dan alasan penggunaannya harus dijelaskan secara komprehensif terukur, akuntable dan sistmatis kepada publik. "Sehingga publik tidak dibawa ke arah spekulasi dan informasi yang sifatnya menyesatkan," ujar Titi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ia khawatir perdebatan penggunaan kotak suara karton ini justru bisa mengganggu
kredibilitas dan kepercayaan publik yang pada akhirnya menjadi ada upaya mendelegitimasi proses pemilu. KPU tak sepenuhnya bisa disalahkan. Penggunaan kotak suara karton ini sejatinya implementasi dari pasal 341 UU Pemilu nomor 7 tahun 2017. Kemudian ditindaklanjuti oleh KPU dalam bentuk PKPU.

"Pilihan untuk menggunakan kotak suara karton itu yang disepakati secara konsensus  antara  penyelenggara pemilu dan pembuat UU yakni DPR dan pemerintah. Sehingga kalau sekarang ada keraguan terkait keamanan lalu kapasitas dan kompetensi kotak suara karton terhadap suara didalamnya maka kita harus mengevaluasi bersama, apalagi keputusannya sudah dibuat bersama," jelas Titi.

Ia melanjutkan substansinya sejatinya bukan pada bagian dasar kotak suaranya. Melainkan bagaimana integritas penyelenggara pemilu dalam mengawasi suara yang di dalam kotak itu.

"Jadi integritasnya itu tidak hanya ditentukan oleh bahan kotaknya semata, tetapi juga penyelenggara yang juga bekerja, pengawasan yang melekat padanya dan pengamanan atas kotak itu," tutupnya.


(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi