Dua pasangan kandidat Pilpres 2019. Foto: MI/Susanto
Dua pasangan kandidat Pilpres 2019. Foto: MI/Susanto

Survei Median: Jokowi Lebih Disukai Ketimbang Prabowo

Pemilu pilpres 2019
Kautsar Widya Prabowo • 28 November 2018 00:52
Jakarta: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo lebih disukai masyarakat ketimbang capres nomor urut 01 Prabowo Subianto. Ini berdasarkan hasil riset Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil surveinya lewat variabel tingkat kesukaaan masyarakat terhadap Jokowi dan Prabowo.
 
"Sebanyak 63,6 persen pemilih menyukai Jokowi, sedangkan Prabowo 50,8 persen ," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat merilis hasil surveinya di Jakarta Pusat, Selasa, 27 November 2018.
 
Rico menjelaskan rata-rata alasan masyarakat menyukai Jokowi karena memiliki pribadi yang sederhana. Jika dijabarkan dalam angka hasil survei, masyarakat yang suka Jokowi karena merakyat sebanyak 21,6 persen, sederhana 12,6 persen, berperilaku baik 10,1 persen, kinerja bagus 6,7 persen, dan peduli serta dermawan 3,5 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, alasan masyarakat menyukai Prabowo mayoritas karena dianggap tegas, berwibawa dan gagah. Karakter ini disukai 33,6 persen responden. "Militer 4,6 persen, disiplin 1,4 persen, cerdas 1,3 persen dan mampu memimpin 1,2 persen ," lanjutnya.
 
Sementara itu, dari sisi cawapres, tingkat kedisukaan Sandiaga Uno lebih unggul dari Ma'ruf Amin. Versi Median, responden yang suka dengan sosok Ma'ruf 37 persen, sementara Sandiaga Uno 42,5 persen.
 
Lima besar alasan responden menyukai sosok Ma'ruf lantaran statusnya sebagai lama sebesar 23,8 persen, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) (2,3 persen), baik akhlaqnya (1,9 persen), cerdas (1,7 persen), serta lantaran Ma'ruf warga Nahdatul Ulama (NU) (1,2 persen).
 
Sementara itu, alasan responden menyukai Sandiaga salah satunya karena Sandi dinilai sebagai pengusaha sukses. Persentase responden dengan alasan ini sebanyak 10,5 persen. Alasan lainnya, yakni muda (9,6 persen), cerdas (5 persen), ganteng (2,8 persen), dan energik (1,6 persen).
 
Survei ini melibatkan 1.200 responden yang memiliki hak pilih. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proposional atas populasi provinsi dan gender.
 
Jajak pendapat ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei menunjukkan dinamika politik selama masa pengambilan data, 4 sampai 16 November 2018.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif