Jokowi-Maruf Diuntungkan dengan Gejolak Dukungan Oposisi
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily. (Foto: MI/Susanto)
Jakarta: Partai Amanat Nasional setengah hati mendukung Prabowo-Sandi. Alih-alih mengampanyekan calon presiden dan calon wakil presiden penantang, PAN memilih fokus pada pemilu legislatif 2019.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzili menyebut pihaknya merasa diuntungkan dengan kondisi tersebut. Dukungan sejumlah kader PAN dinilai akan memberi efek positif pada elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.


"Bagi kami ini menguntungkan walaupun secara partai masih mendukung Prabowo-Sandi. Setidaknya ini akan memengaruhi dukungan secara psikologis," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Jumat, 20 Oktober 2018.

Ace menyambut luar biasa dukungan yang diberikan sejumlah kader PAN khususnya yang berpusat di daerah kepada Jokowi-Ma'ruf. Bagaimana pun, kata dia, dukungan partai lain ke koalisi akan memberi efek positif terutama pada swing voters yang belum menentukan pilihan.

Menurut dia apa yang terjadi di tubuh PAN memberi insentif politik pada kubu petahana. Dalam berbagai survei 60 persen dukungan ditujukan kepada Jokowi sementara kubu penantang hanya mendapatkan sekitar 20-25 persen saja. Sisanya yang masih merupakan swing voters diyakini akan memberi dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Prosesnya kan masih 6 bulan lagi tapi ketika terlihat di kubu Prabowo-Sandi belum firm dukungannya tentu kami yakin kekuatan yang kami miliki lebih besar," ungkapnya.

Sementara itu juru kampanye nasional Prabowo-Sandi Ahmad Riza Patria membantah dukungan partai oposisi ke kubu penantang mengendur. Menurut dia setiap partai memiliki karakteristik pemilih yang berbeda.

Riza mengatakan kubu penantan tak merasa kecewa sedikikit pun dengan sikap kader PAN yang hanya segelintir mendukung kubu petahana. Koalisi partai oposisi, kata dia, justru lebih banyak mendapatkan keuntungan.

"Enggak ada kekecewaan seperti itu saya yakin. Apalagi posisi PAN lebih banyak didominasi Muhammadiyah dan kecenderungannya lebih besar ke Prabowo. Karakter Muhammadiyah itu masyarakat madani yang cerdas dan modern dan itu condong ke Prabowo," pungkasnya 





(MEL)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id