Petugas KPU menyiapkan peralatan untuk acara Validasi dan Persetujuan Surat Suara Anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden di kantor Pusat KPU, Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
Petugas KPU menyiapkan peralatan untuk acara Validasi dan Persetujuan Surat Suara Anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden di kantor Pusat KPU, Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Pertanyaan Debat Tak Perlu Dibocorkan

Pemilu pilpres 2019
08 Januari 2019 10:53
Jakarta: Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikankisi-kisi pertanyaan untuk debat kandidat kepada calon presiden dan calon wakil presiden yang berkontestasi pada Pilpres 2019 menimbulkan polemik. Pemberian bocoran daftar pertanyaan bahkan disebut-sebut menghilangkan esensi debat.
 
Mantan Komisioner KPU I Gusti Putu Artha pun menyayangkan hal tersebut. Ia menilai pembocoran pertanyaan akan membuat potensi masing-masing pasangan calon tak bisa tereksplorasi dengan maksimal.
 
"Kualitas pertanyaan itu kan substantif kalau dibocorkan dimensi di luar kecerdasan intelektual (pasangan calon) tidak akan tertangkap," ujarnya dalam Editorial Media Indonesia, Selasa, 8 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Putu debat kandidat merupakan satu dari 11 metode kampanye untuk mengeksplorasi seluruh kapasitas pasangan calon. Tak hanya soal visi misi namun juga kecerdasan intelektual, emosional, sosial, bahkan kecerdasan spiritual.
 
Belajar dari pengalaman, kata dia, pertanyaan debat seharusnya tidak perlu dibocorkan kepada pasangan calon. Sebabnya, debat tak sesederhana menyampaikan visi misi namun juga mencakup seluruh potensi pribadi calon yang akan ditunjukkan secara jujur dan natural.
 
"Katakanlah sisi kecerdasan emosional dan sosialnya. Bagaimana pasangan calon merespons pertanyaan, bagaimana dia mengatasi situasi, itu akan muncul dalam proses debat," kata dia.
 
Kecenderungan saling menyalahkan atas ide untuk membocorkan kisi-kisi pertanyaan debat ungkap Putu, hampir terjadi dari pemilu ke pemilu. KPU akan selalu jadi sasaran yang paling mudah untuk disalahkan.
 
Untuk meredam polemik, tambah dia, KPU hanya perlu mengendalikan situasi dan tak perlu ikut dalam permainan kubu pasangan calon. Rencana membocorkan pertanyaan diharapkan tidak dilakukan sehingga KPU tetap berada dalam posisi berwibawa.
 
"Sekarang kan KPU dalam posisi disudutkan, satu sama lain saling mengingkari padahal sudah disepakati. Kalau saya jadi KPU enggak usah ada pembocoran, kembali saja seperti 2014 itu akan lebih berwibawa menurut saya," jelas dia.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi