Ray Rangkuti--MI/Adam Dwi
Ray Rangkuti--MI/Adam Dwi

Pengamat: Muhammadiyah Penyelamat PAN

Pemilu partai amanat nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 02 Mei 2019 11:54
Jakarta: Pengamat politik Ray Rangkuti menilai bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi pendukung Prabowo Subianto tidak menguntungkan. PAN gagal menggaet kalangan pemilih di luar basis pemilih tradisionalnya.
 
Dengan gaung menggaet suara umat seperti yang digelorakan Amien Rais cs nyatanya tak membuat suara PAN terdongkrak di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Dari hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei suara PAN menurun dibanding Pileg 2014.
 
"Jadi makin menyempit ceruk pemilih PAN itu. Sekarang nyaris hanya muhammadiyah yang relatif menyelamatkan PAN," kata Ray saat dihubungi Medcom.id, Kamis 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keluar dari barisan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai pilihan realistis bagi PAN. Hasil Pilpres 2019 membuktikan PAN tidak mendapatkan efek elektoral dari Prabowo-Sandi.
 
"Mereka (PAN) menyatakan Pemilu berakhir sejak 17 April kemarin mereka sudah tidak relevan lagi dikait-kaitkan (koalisi Prabowo). semua partai sekarang termasuk PAN mencari teman baru menjalin komunikasi. jadi yang disebutkan oleh PAN suatu sikap politik," kata Ray.
 
Baca: Peluang PAN 'Balik Badan'
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyatakan komitmen partainya dalam Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya sampai pemilihan presiden. Selepas itu, PAN bebas menentukan arah politik.
 
"Pada dasarnya memang komitmen kami di tim kampanye Prabowo Sandi atau di pencalonan Prabowo-Sandi ini memang hanya sampai pencalonan presiden," ujar Bara dalam diskusi di Jakarta, Senin 29 April 2019.
 
Bara mengatakan langkah yang diambil harus sesuai kepentingan partai. Selain itu juga kontribusi partai terhadap bangsa.
 
"Setelah itu kami bebas dengan otoritas penuh untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi PAN tentu saja sesuai dengan kepentingan partai," jelas Bara.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif