KETUA DPP Hanura, Benny Ramdhani. MI/ Pius Erlangga
KETUA DPP Hanura, Benny Ramdhani. MI/ Pius Erlangga

Wiranto Dicurigai Berperan Menggerus Suara Hanura

Pemilu pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 26 April 2019 08:52
Jakarta: Ketua DPP Hanura Benny Rhamdani mencurigai Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto turut andil terkait menurunnya suara partai di Pemilu Legislatif 2019. Hal ini merespons kritik Wiranto terkait penurunan suara Hanura di Pileg kali ini.
 
"Saya wajib curiga jangan-jangan Wiranto adalah bagian dari orang yang terlibat langsung dalam urusan untuk menurunkan perolehan suara Hanura," kata Benny di Posko Cemara, Mentent, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.
 
Menurut Benny, kritik Wiranto tidak patut disampaikan di hadapan publik. Sebagai pendiri partai, Wiranto dinilai seharusnya mampu menyemangati para kader Hanura yang telah berjuang. Terlebih, penghitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga masih berlangsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi Wiranto sudah mengeluarkan pernyataan yang secara tidak langsung itu me-downgrade semangat dan militansi kader di bawah," tutur dia.
 
Bila memang tidak berperan dalam menurunkan elektabilitas Hanura, Benny menilai Wiranto jadi orang yang 'tepuk tangan' melihat terpuruknya kondisi partai. "Dan bersyukur atas perolehan suara Hanura di Pemilu 2019."
 
Benny menduga kritik pedas Wiranto punya motif tertentu. Salah satunya, kata dia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu ingin kembali mengambil alih kepemimpinan Hanura dari tangan Oesman Sapta Oedang (OSO).
 
"Sejak konflik Hanura terjadi kan patut dicurigai dan diduga beliau aktor yang menginginkan kembali hanura diambil alih dari tangan Pak OSO," papar Ketua DPP bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Hanura ini.
 
Sebelumnya, Wiranto menilai ada yang salah dari Hanura sehingga tidak lolos ke DPR dalam Pileg versi hasil hitung cepat sejumlah lembaga. Ada yang harus dikoreksi dari kinerja partainya sendiri.
 
"Kalau dulu lolos sekarang tidak lolos berarti perjuangannya ada yang salah, ada yang kurang, tinggal diintrospeksi lagi," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 22 April 2019.
 
Wiranto bercerita, kalau dirinya mendirikan Hanura pada 2006. Hanura langsung lolos ke Senayan pada Pemilu 2009. Lalu, pada pemilu 2014, Hanura kembali lolos ke Senayan dengan suara yang meningkat. Wiranto lalu melepas kursi ketua umum Hanura dan menyerahkan ke OSO
 
"Kalau kemudian 2019 enggak lolos ya enggak ada masalah, karena parpol itu momen perjuangan, perjuangan secara kolektif kan," ucap Wiranto.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif