Sejumlah tokoh agama dan pimpinan pesantren di Tangerang, Banten, menyerukan umat Islam untuk menghargai putusan MK. Dok istimewa.
Sejumlah tokoh agama dan pimpinan pesantren di Tangerang, Banten, menyerukan umat Islam untuk menghargai putusan MK. Dok istimewa.

Pimpinan Pesantren Banten Ajak Umat Hargai Putusan MK

Pemilu sengketa pilpres
24 Juni 2019 21:04
Tangerang: Sejumlah tokoh agama dan pimpinan pesantren di Tangerang, Banten, menyerukan umat Islam untuk menolak politisasi menjelang dan pascapengumuman sidang sengketa Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini disampaikan dalam acara 'Doa dan Tausiyah Kebangsaan Untuk Negeri' di Gelanggang Olahraga, Pinang, Tangerang.
 
"Saya mengimbau umat Islam supaya menjaga diri, menjaga persatuan, dan kesatuan," tegas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Tangerang Selatan, KH. M. Saidih Hz, dalam keterangannya, Senin, 24 Juni 2019.
 
Ia juga meminta pendukung dari masing-masing pasangan calon menyerahkan masalah sengketa pilpres kepada pihak yang berwenang. "Kalau kita ikut-ikut demo malah bukan menambah penyelesaian. Jikalau ada yang tidak puas, kan sudah ada jalurnya," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Umat Islam merupakan kekuatan politik yang penting dalam demokrasi dan tatanan negara, oleh karena itu para pemimpin agama berharap umat Islam bisa menjaga diri untuk tidak ikut berpartisipasi pada demonstrasi yang berpotensi kepada tindakan inkonstitusional," tegasnya.
 
Santri dan pimpinan pesantren yang hadir dalam acara itu berasal dari empat pondok pesantren, yakni Ponpes Al-Muqriyah, Ponpes Mafidatunajah, dan Ponpes Nafidatunajah dan Ponpes Daarul Hikmah. Mereka membacakan deklarasi yang isinya menolak segala macam bentuk kerusuhan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI, menolak intoleransi, serta tetap setia kepada NKRI demi Indonesia yang maju, berdaulat, dan aman.
 
Sementara, Ketua Pelaksana Acara, Hariyadi mengatakan tujuan dari acara tersebut adalah menyampaikan pesan kepada seluruh komponen bangsa untuk menghindari tindakan yang inkonstitusional. Jangan sampa ada pemaksaan keinginan dan kehendak oleh kelompok tertentu.
 
"Kalau dibiarkan, itu bisa jadi benih-benih perpecahan bangsa kita. Hari ini kami mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan. Kami mengimbau umat untuk menghindari kerusuhan dan sikap intoleransi," tuturnya.
 
Hal senada juga diungkapkan pimpinan Ponpes Almuqriyah, KH Muslihuddin. Dia mengatakan, semua pihak harus menghormati jalur konstitusional terhadap sengketa hasil pilpres. Dia meminta umat Islam untuk tidak terprovokasi maupun termakan ucapan para elite politik yang mempunyai niat buruk.
 
"Islam tidak mengenal intoleransi. Jangan kita saling mencaci, fitnah, gibah, atau menebar berita bohong. Oleh karena itu, kami bersama para santri dan kiai berkumpul membacakan deklarasi bersama antikerusuhan. Kami kirimkan pesan ke semua umat," tutupnya.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif