Jakarta: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai lebih diuntungkan dalam pemberitaan. Sebab, Jokowi sebagai calon
incumbent bisa menerima pemberitaan lebih banyak dari lawannya.
"Yang punya panggung lebih banyak dan lebih besar itu
incumbent. Dia batuk saja akan didengar oleh wartawan. Kalau penantang tidak," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dalam acara Dialektika ICMI di Jakarta, Rabu, 10 April 2019.
Dari hasil riset yang dilakukan G Communication bersama Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) se-Indonesia, Jokowi-Ma'ruf mendapat pemberitaan lebih banyak dengan 906 berita. Sementara itu, capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 590 berita.
Riset tersebut juga mengungkapkan Jokowi-Ma'ruf lebih banyak menerima pemberitaan positif dengan 84 berita, ketimbang Prabowo-Sandi yang hanya 48 berita. Sedangkan, pemberitaan negatif juga lebih banyak diterima Jokowi-Ma'ruf dengan 24 berita, dan Prabowo-Sandi 22 berita.
Baca: Media Massa Dinilai Netral dalam Pilpres 2019
Penelitian ini fokus pada enam media cetak dan daring,
Kompas,
Republika,
Jawa Pos,
Kompas.com,
Detik.com, dan
Antaranews.com dalam kurun waktu 1-31 Maret 2019.
Jimly menilai pemberitaan positif dan negatif terhadap pasangan calon cenderung imbang. Namun, kata dia, Jokowi sebagai calon petahana diuntungkan dengan lebih banyak pemberitaan positif. "Positif dan negatifnya seimbang tapi incumbent diuntungkan posisinya," ucap dia.
Secara keseluruhan, Jimly pun bersyukur media massa pemberitaannya cenderung netral dalam Pilpres 2019, khususnya media cetak. Menurut dia, hal itu menunjukkan media massa betul-betul sarana informasi bagi publik. "Kita syukuri dari data tadi, cetak relatif lumayan netral. Netral dalam arti dia betul-betul media," pungkas dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((YDH))