Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. Medcom.id/Husen Miftahuddin
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. Medcom.id/Husen Miftahuddin

TKN Kritik Istilah Tsunami Politik

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Eko Nordiansyah • 01 Januari 2019 15:46
Jakarta: Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengkritik istilah tsunami politik yang dikeluarkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ace menilai penggunaan istilah itu tidak tepat dan bermasalah.
 
"Istilah tsunami itu menimbulkan daya rusak yang dahsyat. Menimbulkan kerusakan dan kehancuran,' kata Ace melalui keterangan tertulis, Selasa, 1 Januari 2018.
 
Ace merespons pernyataan Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Ahzar Simanjuntak. Dahnil menyebut dukungan masyarakat ke Prabowo-Sandi terus mengalir bagaikan gelombang tsunami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ace membaca maksud pernyataan Dahnil sebagai imbauan agar masyarakat waspada atas kerusakan yang ditimbulkan. Ace mengatakan, tsunami biasanya datang tiba-tiba dan merusak pinggir pantai, lalu air kembali ke laut.
 
"Mungkin jika yang dimaksud Pak Dahnil itu tsunami sebagai bentuk dukungan. Hati-hati, mereka hanya mendapatkan dukungan itu sesaat dan tiba-tiba," ujarnya.
 
Politikus Golkar itu juga menyoroti soal klaim hasil survei versi kubu Prabowo-Sandi. Ace tak mempermasalahkan jika kubu oposan hasil survei internal mereka menunjukkan Prabowo-Sandi bakal menang di Pilpres 2019.
 
Selama ini, kata Ace, sebagian besar lembaga survei yang kredibel justru menyatakan petahana unggul. "Ini membuktikan kubu prabowo sudah panik dengan selisih suara yang cukup jauh dari 17 lembaga survei yang ada," jelasnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi