Marzuki 'Kill The DJ' (berbaju dan topi putih) saat melapor ke Polda DIY. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Marzuki 'Kill The DJ' (berbaju dan topi putih) saat melapor ke Polda DIY. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Marzuki Kill The DJ Lapor Polisi Lagunya Dipakai untuk Kampanye

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 15 Januari 2019 20:48
Yogyakarta: Musisi Kill The DJ, Mohammad Marzuki mengadu ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 15 Januari 2019. Ia mengadukan akun media sosial @CakKhum lantaran mengunggah video berisi gubahan lagu ciptaannya berjudul 'Jogja Istimewa' untuk tujuan kampanye pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Laporan musisi asal Yogyakarta ini teregister dengan nomor Reg/0045/I/2019/DIY/SPKT.
 
Marzuki mengatakan tak terima lagu karangannya yang biasa dibawakan grup band Jogja Hip-hop Foundation (JHF) itu dipakai untuk kampanye bertujuan politik. Ia mengaku tak ingin mengingkari nilai dan spirit lagu untuk kegiatan berpolitik. Terlebih, penggunaan lagu itu tak meminta izin lebih dulu ke Marzuki.
 
"Kalau ada pihak menghubungi (pelaporan ke polisi) tak akan terjadi," kata Marzuki di Mapolda DIY.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan lagu tersebut memiliki makna mendalam bagi dirinya. Lagu tersebut mengisahkan Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang untuk Republik Indonesia. Termasuk pernah menjadi ibukota pada masa itu. Marzuki mengatakan lagu tersebut tercipta pada 2010 bersama kelompok band JHF.
 
"Lagu ini tak ada (mengandung) sejarah tentang polemik keistimewaan (DIY). Lagu saya ciptakan setelah membaca sejarah Yogyakarta. Saya memang kagum dengan Sultan HB IX. Banyak yang menginspirasi lagu itu ketika ibukota negara berpindah di Yogyakarta," kata dia.
 
Ia menuntut pengunggah pertama video menyampaikan permintaan maaf. Menurut dia, langkah seperti itu tak hanya dia lakukan pertama kali seperti saat ini.
 
"Lasus seperti ini bukan sekali dua kali. Pernah menyomasi pemerintah provinsi DIY karena memakai lagu tanpa izin," ucapnya.
 
Ia menegaskan, pelaporan ke polisi ini penting sebagai pelajaran dan pendidikan. Menurut dia, ada aturan yang mengatur hak kekayaan intelektual di Indonesia.
 
Selain itu, ia menilai iklim dunia politik saat ini sangat buruk. Tindakan saling hina dan saling fitnah banyak terjadi.
 
"Itu bukan pendidikan politik yang baik. Meski saya punya hak pilih dan boleh mendukung pasangan siapa pun, semua terserah masing-masing. Kita tak pantas mewarisi generasi kita dengan sampah kebencian dan etika tak beradab," tuturnya.
 
Ia mengutarakan tak ada maksud politik dalam konteks mendukung salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Meskipun, Marzuki secara gamblang mendukung pasangan petahana.
 
"Saya tetap mendukung Jokowi. Jelas. Alasannya jelas. Aku orang desa. Ada dana desa. Jalan bagus, akses bagus, irigasi bagus. Pertanian tambah maju. Gak usah ngomong gede-gede. Ngomong apa yang terjadi di sekitar kita," ujarnya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif