Direktur Program Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas - MI/Pius Erlangga.
Direktur Program Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas - MI/Pius Erlangga.

Kegaduhan Gerus Minat Politik Milenial

Pemilu pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 22 November 2018 11:53
Jakarta: Direktur Program Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas mengatakan ada tren penurunan minat politik di kalangan generasi milenial. Salah satu penyebabnya karena kegaduhan politik.
 
"Harus diakui memang ada penurunan minat politik di kalangan generasi milenial, angkanya berkisar 40 persen," kata Sirojudin dalam diskusi bertajuk 'Politik Kekinian Ala Milenial', di Studio Grand MetroTV, Jakarta Barat, Kamis, 22 November 2018
 
Sirojudin menjelaskan penurunan yang dimaksud mencakup pembicaraan politik di kalangan milenial, minat datang ke tempat pemungutan suara (TPS), hingga keengganan untuk mengkritisi politisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menduga penyebab minat politik milenial menurun disebabkan, salah satunya, oleh situasi politik belakangan ini, "situasi politik secara umum semakin berisik. Banyak noise yang mereka tangkap," tutur dia.
 
(Baca juga:Milenial Determinan di Pemilu 2019)
 
Politikus sekaligus anggota DPR dari Partai NasDem, Prananda Paloh menambahkan penurunan minat politik di kalangan generasi milenial bisa juga disebabkan karena penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam kontestasi politik.
 
Selain itu penggunaan hoaks dan ujaran kebencian juga bisa menyebabkan menurunya minat politik milenial.
 
"Oleh karena itu saya terus mengajak milenial agar cermat dan teliti dalam memfilter terlebih dahulu segala informasi yang didegar," tutur dia.
 

 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi