Kepala Devisi Humas Polri Muhammad Iqbal - Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Devisi Humas Polri Muhammad Iqbal - Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Penyebar Hoaks Surat Suara Terancam 10 Tahun Penjara

Pemilu surat suara pilpres 2019 hoax
Ilham Pratama Putra • 04 Januari 2019 11:47
Jakarta: Kepala Devisi Humas Polri Muhammad Iqbal memastikan penyebar
hoaks surat suara tercoblos terancam hukuman berat. Pelaku bisa dipenjara 10 tahun.
 
"Ancaman hukumannya 10 tahun. Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 (Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana), kata Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Iqbal menyebut saat ini penyidik sedang melakukan penyelidikan. Polisi bekerja cepat usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat laporan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan pihak-pihak yang menyebarkan hoaks akan diproses hukum. "Prinsipnya kita akan proses hukum ini, harus tegas. Sekali lagi saya katakan kita akan proses hukum," kata Iqbal.
 
(Baca juga: Hoaks Surat Suara Tercoblos Memicu Sikap Apatis)
 
Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kondisi semakin panas setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_. "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar."
 
Andi mencuitkan kabar bohong itu sekitar pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2019. Belakangan, Andi diketahui menghapus cuitan itu.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi