Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Sikap Pendukung Prabowo ke SBY Pangkal Demokrat Ragu

Pemilu pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 10 Mei 2019 10:15
Jakarta: Partai Demokrat meradang ketua umum mereka Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dituding licik selama mendukung calon presiden 02 Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen saat menggelar aksi demo di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membela komitmen SBY yang tegas ingin memenangkan Prabowo di Pilpres 2019. Namun, iktikad baik SBY tak disambut positif oleh Prabowo.
 
"Banyak sekali masukan beliau yang tidak dilaksanakan, dan bahkan Pak Prabowo menyerang SBY, sehingga grass root pendukung Pak SBY menjadi ragu dengan Pak Prabowo," kata Ferdinand saat dihubungi wartawan, Jumat 10 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Kivlan Zein Sebut SBY Orang Licik
 
Menurut Ferdinand, tudingan membabi buta Kivlan Zen bukti dirinya sedang gusar dengan realitas politik saat ini. Sikapnya bukan justru menyolidkan barisan pendukung Prabowo-Sandi yang kini sedang mengawal suara.
 
"Jadi, Pak Kivlan sedang galau dan gusar dengan kondisi ini. Itu tidak baik, menambah lawan. Tidak produktif untuk pemenangan Pak Prabowo," tegas Ferdinand.
 
Sebelumnya, saat aksi unjuk rasa di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kivlan Zen menuding sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik di Pilpres 2019. SBY dituding ingin menjegal Prabowo menjadi Presiden.
 
"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik," kata Kivlan.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif