Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso. Foto: MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso. Foto: MI/Rommy Pujianto

BPN Minta Konsep Tarung Bebas di Sisa Debat

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 19 Februari 2019 23:12
Jakarta: Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengusulkan konsep di Sisa Debat ketiga hingga kelima dievaluasi total. BPN mengusulkan konsep debat tarung bebas sejak segmen pertama.
 
"Menilik dari kejadian semalam (debat kedua) format debat perlu kita koreksi lagi, karena tim panelis itu sebenarnya dibentuk untuk memberikan selipan pertanyaan debat," kata Priyo di Posko Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa 19 Februari 2019.
 
Priyo mengusulkan di sisa tiga debat ke depan menggunakan konsep tarung bebas sejak segmen pertama. Sementara, penyampaian visi dan misi dipaparkan di awal cukup beberpa menit saja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pihak capres lainnya menanggapi langsung (visi dan misi). Demikian pula sebaliknya. Calon sebelah menyampiakan visi beliau, habis itu pihak lain menyampaikan kritik," jelas Priyo.
 
Dengan format tarung bebas ini, kata Priyo bisa meminimalisasi dugaan-dugaan publik akan adanya bocoran dengan alat tertentu. Seperti saat debat kemarin adanya isu penggunaan earphone bluetooth oleh capres 01 Joko Widodo.
 
Baca:Bawaslu Minta Jumlah Penonton Debat Dikurangi
 
"Biar mereka menyampaikan pikiran orinisinil. Andai format ini disetujui kami sangat senang sekali. Kami akan ajukan ke KPU," ujar Priyo.
 
Usulan ini akan dicoba didiskusikan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pun dengan durasi waktu ditambah 7 menit di setiap pemaparan masing-masing capres.
 
"Jadi nanti itu perlu uji coba, untuk diprektekan untuk menegasikan, keraguan yang selama ini tersebar di masyarakat, bahwa jangan-jangan pertanyaan yang sudah susah payah itu, bocor halus misalnya," pungkasnya.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi