Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Abdul Kadir Karding. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Abdul Kadir Karding. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Tim Jokowi-Ma'ruf Mulai Rambah Media Sosial

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 07 Desember 2018 18:02
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Abdul Kadir Karding menyebut pihaknya akan merambah media sosial. Pasalnya, saat ini tim media sosial TKN belum terkonsolidasi dengan baik.
 
"Selama ini kelemahannya itu belum terorkestra secara apik. Ini sedang dikonsolidasikan," ujar Karding di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Desember 2018.
 
Karding menegaskan TKN bakal mengoptimalkan media sosial dalam sisa waktu empat bulan masa kampanye. Mereka menargetkan bakal merambah 70 persen pengguna media sosial di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karding menyebut banyak anggota TKN yang bisa diberdayakan menggarap media sosial. Namun demikian, ia mengakui perlu konsolidasi untuk lebih fokus mengarahkan isu maupun sosialisasi kinerja Jokowi di sana.
 
Sebab selama ini, Karding menyebut prajurit medsos TKN kurang fokus menyuarakan isu. "Misalnya, ini jumlahnya banyak tapi main tagar sendiri-sendiri ya itu juga menjadi perhatian," katanya.
 
Padahal, Karding menyebut media sosial sangat potensial sebagai lumbung suara, khususnya dari kalangan menengah ke atas. Sebab berdasarkan riset internal, kalangan tersebut setiap harinya aktif menggunakan media sosial.
 
Pun demikian, Ketua DPP PKB ini mewanti-wanti sisi buruk medsos sebagai medium penyebaran berita. Seringkali, hoaks muncul dan tersebar di media sosial.
 
"Survei yang ada kan hoaks di medsos bisa mencapai 60 persen. Itu yang berbahaya, menurut saya sangat berbahaya," katanya.
 
Selain konsolidasi, pihaknya tengah mematangkan strategi khusus dalam berselancar di medsos. Sebab tak mungkin melawan hoaks satu demi satu jika tim tak kompak.
 
"Kita bangun narasi sendiri yang lebih kreatif, tentu dengan data, dengan fakta. Kemudian, harus menguasai medsos dan pasukannya harus banyak serta berorkestra," tandasnya.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif