Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga. MI/Susanto
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga. MI/Susanto

TKN Tanggapi Positif Hasil Survei Litbang Kompas

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Arga sumantri • 20 Maret 2019 21:47
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi santai hasil sigi Litbang Kompas. Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga menilai wajar perbedaan temuan hasil survei jelang Pemilu.
 
"Menjelang pemilu biasa bermunculan hasil survei yang asli maupun yang kaleng-kaleng," kata Arya di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Arya mengatakan, hasil sigi Litbang Kompas tetap bisa dibaca kalau pasangan jokowi-Ma'ruf masih mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kendati, bagi Arya, ada anomali besar melihat temuan survei Litbang Kompas. Sebab, sejumlah lembaga survei lain memprediksi elektabilitas petahana akan unggul jauh dari Prabowo-Sandi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Angka ekstrapolasi Kompas 46,8 persen adalah angka kemenangan 01 paling pesimis," ungkapnya.
 
Arya tetap yakin Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan Pilpres 2019. Keyakinan itu didasari dinamika peta suara yang sudah bergeser ketimbang 2014. Misalnya, di Jawa Barat.
 
Namun, adanya perbedaan hasil survei tetap perlu dihormati. Sebab, pola jajak pendapat setiap lembaga survei tentu berbeda. Hasil jajak pendapat bisa dibaca dari tingkat subjektivitas dan objektivitas masing-masing lembaga survei.
 
"Mulai dari jumlah sampling, sebaran wilayah, dan tentunya siapa yang mendanai survei itu" ujar Arya.
 
Politikus Partai Perindo itu pun menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai setiap hasil survei yang ada. Ia yakin masyarakat sudah cerdas memilah lembaga survei yang kredibel.
 
Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.
 
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,2 persen.
 
Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Padahal, pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen.
 
Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif