Presiden Joko Widodo di Kantor PDI Perjuangan Jakarta. Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo di Kantor PDI Perjuangan Jakarta. Medcom.id/Damar Iradat

Survei Litbang Kompas Jadi Bahan Evaluasi Jokowi

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Damar Iradat • 20 Maret 2019 21:44
Jakarta: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan hasil sigi Litbang Kompas terbaru akan menjadi bahan evaluasi Tim Kampanye Nasional (TKN). Menurut dia, setiap hasil survei akan menjadi koreksi untuk memacu tim pemenangan bekerja lebih keras.
 
"Survei ini banyak sekali, mungkin ada lebih dari 10. Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi. Untuk memacu bekerja lebih baik lagi," kata Jokowi di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Tebet, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Jokowi menegaskan, dirinya dan Ma'ruf Amin tak akan terlena dengan hasil sigi. Menurut mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu, hasil jajak pendapat yang selalu positif justru bisa berbahaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi tidak waspada. Hasil survei yang tidak baik atau kecil bisa mendorong memicu seluruh relawan kader untuk bekerja lebih militan lagi," ungkap dia.
 
Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.
 
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,2 persen.
 
Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Padahal, pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen.
 
Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif