Konferensi Pers KPU-Bawaslu Terkait Hoaks Surat Suara, (3/1). Foto: Faisal
Konferensi Pers KPU-Bawaslu Terkait Hoaks Surat Suara, (3/1). Foto: Faisal

Alasan KPU Tanggap Tangani Hoaks Surat Suara

Pemilu surat suara hoax
Faisal Abdalla • 04 Januari 2019 00:54
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan alasan pihaknya mengaggap serius kabar bohong terkait tujuh kontainer berisi 70 juta surat suara yang telah dicoblos. Respons cepat KPU bukan karena cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief.
 
"Bukan karena kemudian Andi Arief menulis di Twitter-nya kemudian kami mengambil sikap itu, tidak," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kamis, 3 Januari 2019.
 
Arief mengatakan, informasi mengenai keberadaan kontainer berisi surat suara terpakai ini sudah diterima KPU sejak Rabu, 2 Januari 2019 siang. Saat itu, KPU tak terlalu menanggap serius isu ini lantaran mereka sudah yakin kabar ini hoaks.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:KPU Pastikan Surat Suara Belum Dicetak
 
Namun, isu semakin berkembang. KPU langsung berkoordinasi dengan Cyber Crime Mabes Polri untuk melacak siapa yang membuat dan menyebarkan isu tersebut.
 
Berdasarkan informasi dari kepolisian, banyak akun anonymous yang ikut-ikutan menyebarkan berita bohong itu. Saat itu juga KPU berkoordinasi dengan Bawaslu untuk menentukan langkah selanjutnya.
 
"Bawaslu sepakat kita perlu melihat ke lapangan untuk menyampaikan data dan fakta yang lebih konkret, jadi bukan karena kami menindaklanjuti perkara ini karena cuitan dia (Andi arief), anda lihat di Twitter itu banyak, bukan hanya dia," tandas Arief.
 
Lebih lanjut, Arief mengatakan pihaknya sudah mengkaji dampak hoaks ini sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan langsung. Dia juga menegaskan respons yang diambil KPU terhadap kabar ini bukan demi kepentingan orang per orang.
 
"KPU mempertimbangkan ada kemaslahatan yang lebih besar," tegas Arief.
 
Baca:Skenario Hoaks Surat Suara Terendus
 
Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara yang telah dicoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kabar itu semakin ramai setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief ikut mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya.
 
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," kicau Andi.
 
Informasi itu dicuitkan Andi sekira pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2018 serta sudah dimuat di salah satu media online nasional. Namun beberapa saat kemudian, Andi menghapus tweet tersebut.
 
KPU sudah melaporkan kasus hoaks ini ke pihak berwajib. Kasus ini tengah ditangani Bareskrim Mabes Polri.

 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif